UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Gencatan Senjata Gaza Diumumkan, tapi Benjamin Netanyahu Sebut Perjanjian Negara Teroris Israel dengan Hamas Belum Lengkap

Pasukan Israel akan mundur dari Jalur Gaza.

Namun, Israel mengatakan tidak akan menyetujui penarikan penuh sampai kemampuan militer dan Politik Hamas dihilangkan.

Hamas mengatakan pihaknya tidak akan menyerahkan sandera terakhir sampai Israel menarik semua pasukannya.

Tahap Ketiga

Tahap ketiga menyerukan pemulangan jenazah para sandera yang masih berada di Gaza dan dimulainya pembangunan kembali besar-besaran di Gaza, yang masih harus dibangun kembali selama puluhan tahun.

Belum jelas pula siapa yang akan menanggung biayanya.

Akan Dilakukan Pembicaraan Lebih Lanjut

Negosiator Mesir, Qatar, dan AS akan menuju Kairo pada Kamis (16/1/2025) untuk pembicaraan lebih lanjut mengenai penerapan semua aspek kesepakatan gencatan senjata, menurut seorang pejabat senior AS.

Pejabat itu mengatakan para negosiator fokus untuk memastikan harapan yang jelas bagi Israel dan Hamas, dan bahwa implementasi perjanjian dilakukan semulus mungkin.

Pejabat tersebut tidak berwenang memberi komentar kepada publik dan berbicara dalam kondisi anonim.

Jihad Islam Palestina, kelompok militan terbesar kedua di Gaza setelah Hamas, memuji kesepakatan gencatan senjata tersebut sebagai “terhormat.”

Hamas membutuhkan dukungan kelompok itu untuk kesepakatan tersebut guna menghindari potensi gangguan dalam prosesnya.

“Hari ini, rakyat kami dan perlawanan mereka memberlakukan perjanjian terhormat untuk menghentikan agresi,” kata Jihad Islam Palestina dalam sebuah pernyataan.

Kelompok itu mengatakan kesepakatan antara Israel dan Hamas mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza serta pertukaran tahanan yang “terhormat”.

Dikatakan bahwa kelompok militan di Gaza “akan tetap waspada untuk memastikan implementasi penuh dari perjanjian ini.”

Diketahui, Pejuang Jihad Islam Palestina ikut serta dalam serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel dan sejak itu memerangi pasukan Israel di Gaza

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.