“Selain sosialisasi biosekuriti, kita juga tetap melakukan pengetatan lalulintas ternak di cek poin yang berada di perbatasan, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulussalam,” imbuh Zalsufran.
Kadisnak mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam upaya pencegahan PMK dengan rutin memvaksin ternak setiap 6 bulan dan memeriksa ternak secara rutin serta memberikan pakan berkualitas.
Selain itu, sambung Kadisnak, peternak diimbau agar hanya menerima ternak yang sehat dan memisahkan ternak baru selama 14 hari, membatasi akses orang, barang dan ternak lain masuk ke peternakan.
“Selalu lakukan pembersihan dan deisinfeksi kandang, peralatan dan kenderaan secara rutin, serta mengelola limbah peternakan agar tidak menjadi sumber penularan penyakit,” imbau Zalsufran.
“Jika menemukan ternak yang sakit dengan gejala air liur berlebih, luka pada mulut dan kuku, pincang atau ambruk dan hilang nafsu makan, segera laporkan ke Nakeswan,” pungkas Zalsufran. []






























































































Beri Komentar