Penampilan terbaru Jokowi ini tentu menjadi sorotan publik.
Pasalnya, Jokowi belakangan ini tengah menghadapi banyak kasus.
Ia juga dirumorkan sedang mengidap penyakit parah.
Jokowi mengaku mengalami alergi sepulang lawatannya dari Vatikan sebagai utusan Presiden Prabowo Subianto.
Kala itu, Jokowi ke Vatikan untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus, pada 26 April 2025.
Sepulang dari Vatikan, kondisi wajah Jokowi sangat berbeda.
Wajahnya tampak lebih hitam dan banyak bercak hitam.
Menepis kehebohan publik, Jokowi menegaskan bahwa ia hanya mengalami alergi kulit.
“Kan sudah disampaikan, alergi biasa. Alergi biasa, waktu ke Vatikan kemarin,” kata Jokowi.
Mantan orang nomor satu di Indonesia ini mengatakan bahwa alergi itu tidak mempengaruhi kondisi kesehatannya.
“Nggak ada masalah. Alergi, alergi biasa,” jelas Jokowi.
Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi wajah Jokowi semakin berbeda.
Tifa mengatakan Jokowi sedang mengalami gangguan kesehatan akibat stres.
Terlebih kasus ijazah palsu sampai hari ini belum juga rampung.
Untuk mengatasi kondisi wajah itu, Dokter Tifa menyarankan agar Jokowi segera menunjukan ijazahnya.
Ini dilakukan agar permasalahan soal ijazah palsu ini segera berakhir.
“Saya sangat prihatin, sebagai dokter mudah-mudahan beliau bisa sembuh seperti sediakala dan, menurut saya kalau sebagai dokter saya melihat ketika di video saya melihat beliau stres sekali,” ucapnya.
“Jadi untuk mengatasi hal itu saya mohon pak Joko Widodo supaya Anda tidak stres berkepanjangan, supaya tidak terus-menerus mengalami penyakit kulit, maka mohon bapak bukalah itu dokumen ijazah asli, maka kami akan bisa menerima dengan senang hati,” kata Dokter Tifa dilansir Tribun-Medan.
Selain stres, Jokowi juga sebelumnya pernah dirumorkan terserang penyakit Steven Johnson Syndrome (SJS).
Namun isu Jokowi terserang penyakit Steven Johnson Syndrome langsung dibantah oleh ajudannya, Kompol Syarif Fitriansyah.
“Wah, hoaks itu, enggak benar itu,” tegas Syarif, Kamis (5/6/2024).
Ia memastikan bahwa Jokowi tidak mengalami gejala panas atau gatal yang sering kali menyertai penyakit tersebut.
“Beliau enggak ada ngerasain panas, enggak ada ngerasain gatal,” ujarnya.
“Jadi, pure hanya alergi biasa. Autoimun juga, enggak,” imbuh Syarif.
Pengertian penyakit Autoimun dan Hiperkortisolisme
Sementara itu, dua penyakit yang disebut Dokter Tifa yakni Autoimun dan Hiperkortisolisme belakangan tengah jadi sorotan.
Untuk diketahui, penyakit autoimun adalah kondisi kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri.
































































































Beri Komentar