Sebelumnya, Wali Kota Niterói Rodrigo Neves juga sempat menawarkan bantuan dengan menyatakan siap menanggung biaya pemulangan jenazah warganya itu. Bahkan, pesepak bola Brasil Alexandre Pato juga ikut menyatakan kesediaan untuk menanggung biaya repatriasi.
Namun, kini dengan keputusan resmi Presiden, pemerintah pusat Brasil mengambil alih seluruh proses repatriasi Juliana Marins dari Indonesia ke tanah kelahirannya di Niterói, negara bagian Rio de Janeiro.
Kebijakan Lama Dicabut, Netizen Merespons Keras
Sebelum pengumuman Lula, Itamaraty mendapat hujan kritik dari publik.
Netizen menyebut pemerintah tidak hadir dalam saat-saat genting warganya di luar negeri.
Salah satu komentar yang viral berbunyi:
“Kalau untuk menyelamatkan kuda waktu banjir Lula bisa turun tangan, kenapa untuk manusia sendiri dia harus pikir-pikir?”
Bahkan ada yang membandingkan dengan keputusan pemerintah Brasil yang pernah mengirim pesawat khusus milik Angkatan Udara Brasil (FAB) untuk menjemput eks ibu negara Peru, Nadine Heredia, yang mendapatkan suaka Politik di Brasil.
Kini, setelah keputusan resmi Lula diumumkan, banyak yang memberi apresiasi atas sikap cepat Presiden.
Walau sebagian menyebut langkah ini sebagai “hasil tekanan publik,” publik menilai bahwa yang terpenting adalah negara hadir untuk warganya, bahkan hingga akhir hayat.
Jenazah Segera Dipulangkan, Autopsi di Bali
Jenazah Juliana saat ini tengah berada di Bali untuk proses autopsi resmi oleh otoritas Indonesia. Autopsi ini dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab kematiannya.
Setelah hasil autopsi selesai, jenazah akan segera diterbangkan ke Brasil dan dimakamkan di Niterói.
Belum ada jadwal pasti pemakaman, namun pihak keluarga memastikan semua proses akan dilakukan dengan penuh penghormatan































































































