UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Total 6 Orang Dibekuk dalam Peristiwa Pembunuhan Notaris di Bogor, Salah Satunya Sopir Korban

Tak diketahui kemana Sidah Alatas pergi, namun ia berangkat seorang diri tanpa ditemani sopir atau rekannya.

“Biasanya Subuh dia sudah berangkat bekerja. Pulangnya tidak nentu,” kata Deni.

Sejak saat itu, komunikasi keluarga ke Sidah Alatas terputus.

Notaris Bogor itu tak bisa lagi dihubungi karena nomornya tidak aktif.

Kekhawatiran mulai muncul ketika tidak ada kabar hingga malam hari. 

Pasalnya, tidak ada  jejak yang ditinggalkan, baik melalui ponsel, media sosial, maupun saksi yang melihat ke mana ia pergi.

Pihak keluarga kemudian melaporkan Sidah Alatas ke polisi sebagai orang hilang.

Tiga hari kemudian, Sidah Alatas ditemukan mengambang di dalam air Sungai Citarum, dalam kondisi sudah membusuk.

Bahkan wajahnya sudah tak lagi dikenali. Jasad Sidah Alatas diketahui usai dilakukan identifikasi  lewat sidik jari yang dicocokkan dengan data di Polda Metro Jaya.

Hingga saat ini, motif kematian belum dipastikan. Namun, Deni menyebut bahwa ada dugaan kasus pembunuhan berdasarkan informasi awal dari pihak kepolisian.

Apalagi saat ditemukan, Sidah Alatas dalam kondisi mengenaskan dengan kaki terikat.

Selain itu, juga ditemukan beberapa luka yang diduga akibat kekerasan.

Barang berharga milik korban pun dinyatakan hilang, berupa mobil yang digunakannya saat terakhir terlihat dan handphone.

Saat ini, kasus kematian Sidah Alatas masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, termasuk analisis hasil otopsi, rekaman CCTV, serta keterangan saksi. 

Janda 3 anak 

Sebelumnya, Sidah Alatas dinyatakan hilang selama 3 hari, sampai jasadnya ditemukan dalam kondisi membusuk.

Sidah Alatas terakhir terlihat pada Senin (1/7/2025) dini hari sekira pukul 04.00 WIB. 

Warga Tirta Mas Residen Blok B, Taman Cimanggu, Kota Bogor itu meninggalkan rumahnya seorang diri, mengendarai mobil Honda Civic warna putih dengan nomor polisi F 1573 ABO.

Deni, Ketua RT 006/003, Kedung Waringin mengungkap, Sidah Alatas biasa beraktivitas di luar jam kerja mengingat profesinya sebagai notaris senior.

Baginya, sudah menjadi pemandangan umum melihat Sidah Alatas berangkat bekerja sedari Subuh, lalu jam pulang tak menentu.

 “Subuh saja dia sudah bekerja. Pulangnya tidak nentu juga. Tidak seperti jam kita biasanya,” ujarnya, saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.

Meski sibuk bekerja, Sidah Alatas tak lupa untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Menurut Deni, Sidah Alatas aktif bergaul dengan tetangganya di sela-sela kesibukan.

“Sosialnya bagus. Bergaul sama tetangganya enak,” ucap Deni.

Sibuk bekerja meski di usia yang sudah tak muda lagi rupanya bukan tanpa alasan.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.