UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Seekor Sapi Dibakar dalam Latihan Ritual Sapi Merah di Utara Israel, Al-Aqsa Makin Terancam?

Ketibaan lima sapi merah di Israel, kemudian diduga sebagai salah satu pemicu serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas. Seperti pernah dilaporkan CBS News, petinggi Hamas menuding motif didatangkannya lima sapi merah itu sebagai rangkaian dari upaya Israel menghancurkan kompleks Masjid Al-Aqsa guna membangun kembali Kuil Sulaiman.

Stinson menerangkan, saat nanti ritual sapi merah benar-benar digelar, abu dari hasil pembakaran sapi merah akan dicampur dengan air. Air campuran abu sapi merah itu diyakini akan menjadi alat penyucian dosa-dosa rakyat Israel.

“Hanya butuh sejumput abu pembakaran sapi merah dicampur dengan 10 ribu galon air, dan anda bisa menjalankannya (ritual),” kata Stinson.

Panitia mengakui, praktik ritual sapi merah bisa berujung masalah dalam konteks geoplotik regional. Namun, Stinson meyakini, pada akhirnya ritual itu akan memiliki efek yang kuat terhadap kebaikan pada masa depan.

“Ini adalah tentang pemurnian fisik yang akan membawa kehidupan yang lebih lama, memulihkan kembali tubuh kita kepada Tuhan,” ujar Stinson.

Stinson menegaskan, persiapan dari ritual resmi sapi merah masih disiapkan. Dia pun berjanji akan menyediakan informasi yang lebih baik pada masa depan guna mencegah kebingungan publik.

Pada Maret 2024, puluhan warga dan Rabi Israel pernah berkumpul dalam sebuah konferensi di Shilo, sebuah daerah pemukiman ilegal Israel di dekat Kota Nablus, Palestina. Mereka berkumpul mendiskusikan ritual kurban sapi merah.

“Ini menjadi momentum baru bagi sejarah Yahudi,” ujar Chaim, warga Israel berusia 38 tahun yang ikut berpartisipasi dalam konferensi di Shilo, kepada Middle East Eye.

Sementara, seorang Rabi bernama Yitzchak Mamo, sebelumnya mengatakan, kepada Christian Broadcasting Network, bahwa ritual pengorbanan sapi merah sebenarnya direncanakan saat perayaan Paskah pada akhir April 2024. Namun, kedatangan sapi merah dari Texas dan rencana pelaksanaan ritual itu lalu diketahui Hamas yang menaruh kekhawatiran akan tanda-tanda direbutnya Masjid Al-Aqsa oleh Israel.

“Yang hanya tinggal mereka (kalangan Yahudi) lakukan adalah menyembelih sapi merah yang diimpor dari AS. Jika mereka jadi melakukan itu, itu adalah sinyal dibangunnya kembali Kuil Ketiga,” ujar sebuah sumber di kalangan pejabat Otoritas Palestina yang biasa berkomunikasi dengan Hamas kepada Middle East Eye.

Pada Januari 2024, juru bicara saya militer Hamas, Abu Obaida, membuat pidato yang menandai 100 hari serangan 7 Oktober. Dalam pidatonya, ia menarik hubungan langsung antara keputusan Hamas menyerang Israel dan aktivitas importasi sapi merah demi kepentingan pembangunan Kuil Ketiga.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.