“Karena dengan membiarkan itu kan Pak Jokowi sering dituduh ini memanfaatkan instrumen hukum untuk politik kan gitu,” ujarnya.
Sementara, Presiden Prabowo menunjukkan sikap tegas membebaskan Hasto dan Tom Lembong, hal yang berseberangan dengan Jokowi.
“Apa yang dilakukan Pak Prabowo saya kira itu berbeda kan,” jelas Nyarwi.
“Ada kesan kan gitu, ada kesan di publik, kalau di masa Pak Jokowi kok apa ya, banyak orang terjerat karena proses hukum yang berbeda politik ya, orang kan nanya. Di masa Pak Prabowo kok sebaliknya ya, justru orang-orang ini diampun diampuni oleh Pak Prabowo kan gitu,” lanjutnya.
Bagi Nyarwi, langkah Prabowo tersebut membuatnya mendapat persepsi positif dari publik.
“Nah persepsi ini yang saya kira, dalam konteks game of perception, Pak Prabowo menang banyak,” jelas Nyarwi.
“Banyak orang mengatakan kemudian begini, ‘Ini kok yang bikin pestanya di masa Pak Jokowi, yang cuci piring Pak Prabowo’ kan gitu. Ada juga mengatakan, tapi kan kadang di masyarakat yang makin beradab, orang yang cuci piring jauh dihormati,” pungkasnya.
































































































Beri Komentar