UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Tom Lembong Bagikan Kisahnya di Dalam Tahanan: Tak Bisa Tidur-Rindu Makanan Arab

“Jadi yang sudah pasti terjadi, malam pertama itu sangat-sangat tidak nyaman, enggak bisa tidur. Saya enggak pernah punya gejala lambung atau magh ya. Tapi tiba-tiba asam lambung,” ucap Tom.

“Jadi, meskipun saya mungkin terlihat tenang atau tegar, bagaimana mungkin secara psikologis ya di dalam ya subconscious itu pasti ada gejolak emosional ya,” tambahnya.

Tom menyebut dirinya membutuhkan waktu seminggu untuk mengembalikan psikologis dan emosinya menjadi normal. Saat itu, ia mencoba memproses semua hal yang tiba-tiba menimpanya.

“Lingkungan yang baru ya. Tentunya, kebanyakan dari kita yang diciduk ya masuk bui itu untuk pertama kalinya. Jadi lingkungan yang baru, tidak pernah kebayang,” ucap Tom.

Keseharian di Balik Jeruji

Tom Lembong merasa sifatnya sangat cocok untuk penjara. Sebagai seorang introvert, sendirian di dalam sel bukanlah sebuah masalah.

“Jadi saya dalam sel, sendirian, nyaman-nyaman saja,” ucap Tom.

Ia pun menyebut dirinya kerap menghabiskan waktu untuk berpikir dan berimajinasi, lalu dituangkan dalam sebuah tulisan. Ia juga suka berolahraga di malam hari.

“Karena memang hobi olahraga,” ucap Tom.

“Sebanyak mungkin, sesering mungkin (olahraga),” tambah Tom.

Bahkan, katanya ia menjadi instruktur olahraga untuk para tahanan.

“Itu kan cara yang dahsyat untuk mengelola stres. Kita tidurnya lebih nyenyak kalau capek secara fisik ya,” ucap Tom.

Selain menulis dan berolahraga, Tom mengaku jadi lebih sering berdoa di dalam sel. Langkah itu menjadikannya berpikir lebih positif.

“Hampir semua orang yang masuk tahanan itu pasti banyak berdoa,” ucap Tom.

Tetap Jaga Penampilan

Salah satu penonton live itu menyorot penampilan Tom yang malah semakin bersinar meski berada di dalam sel. Tom selalu tampil dengan rambut klimisnya ketika menghadiri persidangan.

Menurut Tom, menyisir rambut merupakan sebuah rutinitas yang tetap ingin ia jaga agar tetap disiplin meski berada di dalam tahanan.

“Bangun, sikat gigi, cukur, mandi, dandan, sisir rambut, itu dikerjakan semuanya. Jangan malah kayak berantakan, jangan malah ‘oke ya udah, gak usah cukur, gak usah mandi, gak usah sisir’, jangan, jangan,” ucap Tom.

“Jadi kita, membangun struktur supaya hidup kita terstruktur, teratur. Jangan malah jadi tidak teratur gara-gara kondisi berubah,” sambungnya.

Tom menyebut makanan yang diberikan kepadanya selama di dalam tahanan sangatlah layak. “Makanan layak, meskipun sederhana. Tapi bahkan cukup bervariasi,” ucap Tom.

“Masalahnya itu memang monoton, sangat monoton. Setiap hari itu sama terus. Meskipun ada variasi, sayurnya bervariasi, lauknya bervariasi. Tapi, selalu makanan gitu-gitu aja,” ucap Tom.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.