Ia hanya sempat mendengar suara gemuruh keras sebelum tubuhnya terjatuh dan tertimbun.
Meski merasakan sakit dan sesak, Haikal mengaku bisa tertidur nyenyak di bawah timbunan bangunan yang seharusnya membuatnya tak bisa bergerak.
“Katanya posisi tidur kakak itu enak, nyaman, kayak tidur biasa. Padahal kondisinya terjepit reruntuhan. Itu yang membuat saya yakin ada pertolongan Allah,” lanjut sang ibu dengan rasa syukur.
Kisah ajaib ini cepat menyebar di antara para relawan dan keluarga korban.
Banyak yang meyakini pengalaman Haikal merupakan bukti kuasa Tuhan di tengah bencana.
Keberadaannya kini menjadi pengingat bahwa harapan bisa tetap hidup bahkan dalam keadaan yang paling mustahil sekalipun































































































Beri Komentar