UPDATE

ACEH
ACEH

AKBP Budi Darma Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Santri Dayah Wakaf Barbate

ACEH BESAR — Kepala Subdirektorat 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh, AKBP Budi Darma, S.H., memberikan penyuluhan dan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada santri kelas Madrasah Aliyah (MA) Dayah Wakaf Barbate, Gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung usai pelaksanaan ibadah shalat Jum’at tersebut merupakan bagian dari implementasi Proyek Perubahan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2026, dengan judul “Strategi Mitigasi Penanganan Narkoba Berbasis Partisipatif di Wilayah Hukum Polda Aceh.”

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Pelaksanaan kegiatan pada siang hari menyesuaikan agenda mendadak AKBP Budi Darma bersama Asisten I Sekretariat Daerah Aceh pada pukul 09.00 WIB di Kantor Gubernur Aceh.

Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran para santri mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampaknya terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.

Melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab, para santri diberikan pemahaman tentang pentingnya membentengi diri dari pengaruh negatif narkoba serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan pergaulan. Para santri juga didorong untuk berani menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan baik dari pengurus Yayasan Wakaf Barbate Islamic Center (YWBIC). Sambutan disampaikan langsung oleh Drs. H. Anwar Hasyim, M.Pd. Turut hadir Syaifuddin Ibrahim selaku Pembina YWBIC serta Rahman Zainal selaku Wakil Ketua YWBIC. Erdi Muallim, Kepala Tata Usaha Dayah dan Khaidir, Pengurus YWBIC. Hadir juga dalam rombongan AKBP Budi Darma adalah AKP Muhammad Yunus yg juga pengurus Yayasan Wakaf BIC.

Ketua Umum YWBIC, Prof. Dr. Sofyan A. Gani, M.A., berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pembelajaran baru bagi para santri untuk mengenali bahaya penyalahgunaan narkoba dan memahami pentingnya menjaga diri dari pengaruh zat terlarang tersebut.

Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan tentang bahaya narkoba, tetapi juga mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Implementasi proyek perubahan ini menjadi langkah untuk memperkuat strategi penanganan narkoba berbasis partisipasi dengan melibatkan lembaga pendidikan keagamaan, santri, pengasuh dayah, dan masyarakat dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polda Aceh.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.