Selain itu, pemerintah juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pabrik PT PMT dan 15 pemilik lapak besi bekas di sekitar lokasi sebagai bagian dari upaya penelusuran sumber kontaminasi.
Pernyataan Zulhas yang menyebut udang terpapar Cs-137 masih layak dikonsumsi menuai kritik tajam dari publik.
Di media sosial, khususnya Instagram, unggahan video pernyataan Zulhas yang dibagikan ulang oleh akun @feedgramindo dibanjiri komentar pedas dari netizen.
“Suruh anak bininya makan tuch udang terkontaminasi Radio Aktif!”
“Pak area yang kena radioaktif aja dilarang dikunjungi walaupun kecil, karna itu sangat bahaya bagi tubuh manusia lah ini makanan jelas-jelas terkontaminasi malah dibilang tidak apa-apa dikonsumsi, waras kan pak?”
“Dia lulusan apa sebenarnya? Kok hampir semua bidang kabinet diembatnya? Oh ya lupa. Kan masih ada sisa-sisa rezim sebelumnya yang lebih mementingkan loyalitas dibandingkan kapasitas?”
“Ya seperti inilah wakil rakyat kita, bukannya melindungi rakyat tapi malah mencelakakan rakyatnya.”
“Paling nanti tinggal konfirmasi salah ngomong minta maaf.”
Komentar-komentar tersebut menunjukkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi bahaya paparan radioaktif, serta mempertanyakan transparansi dan kompetensi pejabat publik dalam menangani isu pangan dan kesehatan.
Pemerintah Indonesia bersama BPOM dan BAPETEN terus melakukan pengawasan ketat terhadap produk perikanan, termasuk udang beku, untuk memastikan keamanan pangan dan menjaga kepercayaan pasar global terhadap ekspor Indonesia.
Langkah dekontaminasi telah dilakukan, dan pemerintah berupaya melakukan re-ekspor terhadap kontainer yang dinyatakan aman.
Konsumen juga diimbau untuk mengikuti petunjuk resmi dan memastikan produk yang dikonsumsi telah melalui proses pengawasan kualitas sesuai standar nasional dan internasional.




































































































Komentar Terbaru