Ia juga menegaskan kembali dukungan Arab Saudi untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog dengan cara yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.
Sementara itu, Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas dukungan negara-negara Islam untuk Iran di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran, menurut pernyataan dari kepresidenan Iran.
“Kebijakan berprinsip pemerintah Republik Islam Iran didasarkan pada pelestarian persatuan dan kohesi etnis dan sekte serta penguatan solidaritas nasional,” katanya, seperti dikutip oleh kepresidenan.
Pezeshkian juga menekankan pentingnya persatuan di antara negara-negara Muslim. “Saya sepenuh hati percaya bahwa umat Islam dan negara-negara Islam adalah saudara, dan saya sangat yakin bahwa bersama-sama dan melalui kerja sama, kita dapat membangun kawasan yang aman, maju, dan berkembang bagi rakyat,” katanya.
Pezeshkian menekankan bahwa Iran tetap siap “untuk menyambut setiap proses yang mengarah pada perdamaian, ketenangan, dan penghindaran konflik dan perang, dalam kerangka hukum internasional dan sambil sepenuhnya menjaga dan menghormati hak-hak bangsa dan negara.”
RIA Novosti melaporkan pada Sabtu (31/1/2026), bahwa Amerika Serikat (AS) belum memberi tahu tujuan dan rencananya terkait Iran kepada sekutu-sekutunya di kawasan Teluk Persia. Mengutip laporan Fox News, kantor berita Rusia itu menyebutkan bahwa AS juga tidak menginformasikan hal itu kepada Arab Saudi dalam pertemuan konsultasi di Washington “untuk mendapatkan kejelasan.”
Seorang pejabat negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengatakan kepada Fox News bahwa para sekutu di Teluk Persia gagal memperoleh kejelasan penuh mengenai penilaian AS terhadap situasi di kawasan. Ia juga menekankan perlunya menyampaikan sikap negara-negara GCC serta penilaian mereka atas situasi kawasan kepada AS.
Pada Januari, Presiden Donald Trump menyebutkan bahwa “armada besar” AS sedang menuju Iran “dengan cepat dan dengan kekuatan besar.” Ia memperingatkan, jika kesepakatan mengenai program nuklir Iran tidak tercapai, setiap serangan AS di masa depan terhadap negara itu akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan sebelumnya.
Susun skenario
Pentagon dan Gedung Putih, menurut laporan Wall Street Journal telah menyusun rencana dan skenario bersama mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran. Skenario tersebut mencakup apa yang disebut sebagai “rencana besar”, yakni skenario serangan Amerika Serikat terhadap lembaga dan fasilitas pemerintah yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam dalam rangkaian kampanye pemboman berskala luas, lapor surat kabar itu.



















































































































Komentar Terbaru