UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALAMERIKA

NATO Kembali “Mati Otak”

Dalam kerangka kebijakan yang lebih keras, pemerintahan Trump juga dikaitkan dengan sikap konfrontatif terhadap Tiongkok, termasuk penggunaan instrumen tarif dan pembatasan akses perusahaan tertentu pada pengadaan pemerintah federal.

Kebijakan-kebijakan seperti ini memperkuat kesan bahwa prioritas utama bukanlah konsolidasi aliansi, melainkan optimalisasi kepentingan nasional AS.

Inti “Penyakit” NATO: Pemisahan antara Pusat Keputusan dan Kapasitas Aksi

“Penyakit” paling mendasar dari “mati otak” NATO kerap dipahami sebagai keterasingan—bahkan keterpisahan—antara “pusat pengambilan keputusan” dan “tubuh pelaksana”.

Dari pernyataan Macron tujuh tahun lalu hingga kembalinya Trump hari ini, kemunduran NATO digambarkan sebagai tren yang sulit dibalikkan.

Namun, di mata sebagian elite Barat, tokoh seperti Putin maupun Macron sering kali hanya dijadikan “kambing hitam”.

Pada era Biden maupun Trump, strategi NATO dinilai semakin menonjolkan dimensi pemeliharaan dan penguatan kepentingan AS.

Secara faktual, pengaruh NATO dalam diskursus elite Politik Barat pun menunjukkan tanda-tanda penurunan yang makin terlihat.

NATO Sejak Awal Tidak Murni Organisasi Pertahanan

Sejak kelahirannya, NATO tidak sepenuhnya beroperasi semata sebagai organisasi pertahanan. Setelah Perang Dingin berakhir, NATO menegaskan misi pencegahan konflik dan mitigasi dampak perang.

Namun pada saat yang sama, NATO juga menjadi aliansi militer yang dipimpin AS dan cenderung berorientasi pada kepentingan strategis AS—dengan Rusia sebagai fokus ancaman utama.

Seiring runtuhnya Uni Soviet, bubarnya Pakta Warsawa, dan rekonstruksi tatanan keamanan Eropa, “fungsi” NATO pun berubah secara mendasar.

Penguatan Kehadiran Militer: Menjamin Eropa, atau Menegaskan “America First”?

Saat ini, AS berupaya memperkuat kehadiran militer NATO di Eropa untuk menegaskan komitmen keamanan terhadap Eropa—serta menempatkan NATO sebagai instrumen untuk menahan Rusia.

Namun, pendekatan ini dinilai tidak otomatis membawa rasa aman dan stabilitas bagi Eropa.

Lalu, seperti apa “keamanan” dan “stabilitas” yang dimaksud AS? Dalam narasi artikel ini, jawabannya mengerucut pada satu prinsip: “America First.”

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.