UPDATE

ACEH
ACEH

Tragedi Arakundo, Wali Nanggroe: Antara Ingatan dan Tanggung Jawab Sejarah

Nota Kesepahaman Helsinki disebut sebagai fondasi utama berakhirnya konflik bersenjata dan menjadi rujukan moral serta politik dalam menjaga stabilitas Aceh hingga hari ini.

Ia menekankan bahwa amanah perdamaian harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, antara lain melalui penguatan institusi sipil, penghormatan hak asasi manusia, penyelesaian persoalan korban konflik, serta tata kelola pemerintahan yang adil dan inklusif.

Perdamaian, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai simbol, tetapi harus tercermin dalam kebijakan publik dan perilaku sosial.

Di tengah dinamika global yang dinilai semakin tidak pasti — ditandai ketegangan geopolitik, krisis ekonomi, dan tekanan sumber daya — Aceh diminta tidak lengah menjaga kohesi sosial dan arah damainya. Status Aceh sebagai wilayah strategis dinilai menuntut kewaspadaan, persatuan elite dan rakyat, serta konsistensi terhadap jalur non-kekerasan.

“Amanah Helsinki bukan dokumen masa lalu, tetapi kompas masa depan. Ia harus dijaga lintas generasi dan lintas kepemimpinan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kekuatan Aceh ke depan ditentukan oleh soliditas persatuan rakyat, keteguhan nilai adat dan agama, serta kemampuan merawat persaudaraan sosial — bukan oleh pendekatan kekerasan atau mobilisasi konflik. Perdamaian disebut sebagai modal utama pembangunan dan martabat Aceh di tingkat nasional maupun internasional.

“Kekuatan Aceh tidak terletak pada senjata atau kekerasan, melainkan pada persatuan rakyatnya — pada iman, adat, dan persaudaraan,” katanya.

Pesan khusus ditujukan kepada generasi muda Aceh agar menjadi penjaga kemanusiaan dan pelanjut perdamaian. Mereka diminta tidak mewarisi kebencian, melainkan mewarisi keberanian membela nilai keadilan dan kemanusiaan.

“Jangan biarkan sejarah dihapuskan. Namun jangan pula biarkan sejarah memenjarakan masa depan kalian,” pesannya.

Peringatan ditutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan komitmen bersama peserta untuk terus merawat perdamaian, menjaga kemanusiaan, serta mendorong pemenuhan keadilan bagi korban pelanggaran kemanusiaan di Aceh. []

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.