UPDATE

PALESTINA
PALESTINAINTERNASIONAL

Jelang Ramadhan, Israel Tahan Imam Al-Aqsa Muhammad Ali Abbasi dan Larang Masuki Kompleks Masjid

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengecam kebijakan ini, memperingatkan bahwa tindakan tersebut “mempercepat pengambilalihan kontrol secara nyata atas wilayah Palestina dan merusak prospek penyelesaian Politik.”

Raja Abdullah II dari Yordania menekankan peringatan serupa saat bertemu pejabat Inggris di London. Ia menyatakan, “Langkah Israel untuk memperluas kendali tanah Palestina dan membatasi akses warga menjelang Ramadan dapat memicu ketegangan regional yang lebih luas.”

Persiapan militer Israel menjelang Ramadan juga meningkat. Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letjen Eyal Zamir, menyatakan 2026 sebagai “tahun keputusan,” dengan rencana operasi multi-arena termasuk Gaza,

Tepi Barat, Lebanon, Suriah, dan Iran. Zamir menekankan penguatan kemampuan manuver darat, mobilitas operasional, sistem tempur robotik, serta kesiapan logistik darurat.

Pembatasan akses juga menimpa pekerja Palestina. Sekitar 140.000 pekerja dilarang masuk Israel sejak perang di Gaza, yang menurut pejabat keamanan Israel dapat meningkatkan ketidakstabilan. Media Israel melaporkan penempatan pasukan tambahan dan operasi penangkapan yang diperluas.

Situasi ini menjadi ujian bagi stabilitas kawasan dan respons dunia internasional.

Penahanan Imam Abbasi, pembatasan akses, operasi militer, dan kontrol tanah memperkuat dominasi Israel atas wilayah pendudukan, sekaligus melemahkan otoritas Palestina.

Pemimpin Palestina menyerukan tindakan internasional tegas.

“Dunia harus memastikan hak beribadah dihormati dan status hukum situs suci Al-Aqsa dijaga,” kata pejabat tinggi Otoritas Palestina.

Pesan ini menekankan urgensi diplomasi internasional untuk mencegah eskalasi lebih jauh.

Dengan Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi, kombinasi penahanan tokoh agama, pembatasan ibadah, operasi militer, dan pengendalian tanah berpotensi memicu ketegangan lebih luas di salah satu kawasan paling sensitif secara religius dan geopolitik di dunia.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.