UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

AS-Israel akan Targetkan Pemimpin Baru Iran, Trump: Dia Tak akan Bertahan Lama

Ketika ditanya tentang jangka waktu berakhirnya perang dengan Iran, dia menjawab, “Saya tidak tahu. Saya tidak pernah memprediksi. Yang bisa saya katakan adalah bahwa kita lebih cepat dari jadwal, baik dalam hal efektivitas maupun waktu.”

Israel akan “Mengejar” Siapapun Pemimpin Tertinggi Iran

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Majelis Pakar Iran sebelumnya mengumumkan sesi pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran pada hari Minggu.

Sebagai tanggapan, militer Israel mengancam akan terus mengejar siapa pun yang berpotensi menjadi pengganti Khamenei. 

“Pasukan kami akan mengejar siapa pun yang berupaya menunjuk pengganti Pemimpin Tertinggi Iran,” tulis militer Israel dalam pernyataannya.

Pernyataan militer Israel mendukung pernyataan Trump yang mengisyaratkan bahwa perang dengan Iran mungkin tidak akan berakhir sampai negara itu tidak memiliki tentara yang efektif atau kepemimpinan yang tersisa.

Serangan udara AS dan Israel menghantam sejumlah fasilitas minyak di Tehran, Iran, sehingga memicu kebakaran besar dan asap tebal yang menyelimuti langit ibu kota pada hari Minggu. 

Serangan ini menewaskan sedikitnya empat orang dan menjadi pertama kalinya fasilitas minyak Iran diserang sejak perang dimulai.

Serangan gabungan Israel dan AS terhadap Iran telah berlangsung selama sembilan hari.

Menurut pejabat setempat, lebih dari 1.300 orang tewas di Iran dan sekitar 300 orang di Lebanon, sementara sekitar selusin orang dilaporkan tewas di Israel.

Sehari sebelumnya, serangan pada Sabtu menargetkan beberapa fasilitas energi, termasuk depot minyak Aghdasieh, kilang minyak Tehran, depot minyak Shahran, dan depot minyak di kota Karaj di provinsi Alborz Province.

Meski menyebabkan kebakaran besar dan kerusakan, otoritas Iran menyatakan distribusi bahan bakar tetap berjalan dan petugas masih melakukan operasi pemadaman.

Perang AS-Israel VS Iran

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Sejumlah rudal ditembakkan ke berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Teheran.

Serangan ini terjadi tidak lama setelah perundingan nuklir antara AS dan Iran digelar di Jenewa, Swiss, pada Kamis, 26 Februari 2026.

Pertemuan yang merupakan putaran ketiga itu berakhir tanpa kesepakatan, dan kedua pihak berencana melanjutkan pembicaraan ke tahap berikutnya.

Selama ini, Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir melalui program nuklirnya.

Iran menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklir yang dijalankannya hanya untuk tujuan damai, seperti kebutuhan energi dan penelitian.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.