Pada tahun sebelumnya, Amerika Serikat juga beberapa kali memperingatkan bahwa mereka dapat mengambil “opsi militer” apabila Iran tidak memenuhi tuntutan dalam proses perundingan.
Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat setelah pada 22 Juni 2025 Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir Iran. Serangan itu dilakukan untuk mendukung operasi militer Israel yang berlangsung selama 12 hari terhadap Iran.
Meski situasi sempat memanas setelah peristiwa tersebut, upaya diplomasi kembali dilakukan. Kedua pihak melanjutkan dialog melalui perundingan, dengan Oman bertindak sebagai mediator. Oman bahkan menyebut pembicaraan di Jenewa menunjukkan adanya “kemajuan signifikan”.
Namun, beberapa isu penting masih belum menemukan titik temu sehingga kesepakatan akhir belum tercapai. Kedua pihak pun merencanakan pertemuan lanjutan untuk melanjutkan pembahasan.
Harapan untuk mencapai kesepakatan akhirnya kembali pupus setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan baru ke Iran pada Sabtu, 28 Februari.
Menyusul serangan tersebut, Iran memutuskan untuk menarik diri dari proses perundingan yang sedang berlangsung selama AS-Israel melanjutkan serangannya terhadap Iran.































































































Beri Komentar