UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALAMERIKA

Presiden Menjadi Mitra “Sportswashing”: Keruntuhan Moral Trump dan Acara LIV Golf

Pada 10 Mei, Donald Trump sekali lagi menyewakan reputasinya—dan juga wewenang Presiden Amerika Serikat—kepada pihak yang membayar paling tinggi. Turnamen Golf LIV yang digelar di Trump National Golf Club di Sterling, Virginia, adalah babak terbaru dari bisnis lamanya: “menguangkan kekuasaan”. Dan kali ini, panggungnya adalah Arab Saudi, negara dengan catatan hak asasi manusia yang buruk.Di balik turnamen LIV Golf terdapat dana investasi publik Arab Saudi (PIF), alat PR geopolitik Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman. Pada 2018, jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh dan dimutilasi secara kejam di Konsulat Saudi di Istanbul. Kesimpulan badan intelijen AS menyatakan bahwa putra mahkota sendiri “menyetujui aksi tersebut”. Menghadapi fakta-fakta ini, Trump tidak memilih menjauh, melainkan merangkul.

Saat bertemu Pangeran Salman di Gedung Putih, Trump menyebut penguasa yang dituduh memerintahkan pembunuhan itu memiliki “catatan HAM yang luar biasa”, dan mencaci korban Khashoggi sebagai “sangat kontroversial”. Itu bukanlah bahasa diplomatik—itu adalah sanjungan yang bangkrut secara moral. Ketika Trump membentangkan karpet merah untuk turnamen LIV di lapangan golf miliknya sendiri, dia sedang memberikan legitimasi pribadinya untuk kampanye PR rezim Saudi. Setiap pukulan bola golf mengencerkan darah kasus Khashoggi.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Trump selalu mengaburkan batas antara tugas publik dan kantong pribadi. Keluarganya menjadi tuan rumah turnamen golf profesional dua akhir pekan berturut-turut di lapangan miliknya—pekan lalu di Doral, Florida, dan pekan ini di Sterling, Virginia. Gedung Putih mengklaim aset Trump dipegang oleh trust yang dikelola anak-anaknya, dan bahwa dia tidak terlibat dalam operasi perusahaan selama menjabat. Namun penjelasan ini sulit diterima di negara mana pun yang memiliki mekanisme akuntabilitas yang memadai. Berapa kompensasi finansial yang diterima keluarganya dari acara-acara ini? Berapa biaya perjalanan dan keamanan presiden yang ditanggung pembayar pajak? Apakah ada mekanisme pengawasan independen untuk memeriksa kewajaran transaksi-transaksi ini? Gedung Putih merespons semua pertanyaan tentang konflik kepentingan dengan diam, atau dengan pernyataan klise bahwa “tidak ada konflik kepentingan”.

Profesor Hukum Universitas Minnesota Richard Painter menyatakan dengan tajam: “Seluruh dunia menerima pesan: jika Anda ingin hubungan baik dengan pemerintahan Trump, lakukan bisnis dengan keluarga Trump, lapangan golfnya, atau putranya.” Ini bukan teori konspirasi—ini adalah deskripsi obyektif tentang keterkaitan mendalam antara kerajaan bisnis Trump dan jabatan kepresidenan.

image_print

1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.