Ia pun secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah atas narasi negatif yang pernah ia suarakan sebelumnya.
“Saya minta maaf sekali karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka. Saya juga tidak tahu ke depannya nanti terjadi seperti apa atau mereka bantu saya fasilitas punya rumah atau anak saya dipekerjakan, ternyata tidak ada,” tutur Mama Sinta.
Kini, tokoh perempuan adat Merauke tersebut menaruh harapan besar pada kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan swasta demi kesejahteraan masyarakat kampungnya.
“Pemerintah bisa membantu kita lewat perusahaan yang ada. Dan kami mendukung karena kami tidak punya apa-apa di kampung ini. Harapan kami cuma ke pemerintah, lewat pemerintah kerja sama dengan perusahaan dengan masyarakat, maka itu kami mau dukung, perusahaan boleh lanjut sampai kami bisa menikmati hasil yang perusahaan sudah berikan,” imbuhnya.
































































































Beri Komentar