UPDATE

NASIONAL

Don Ritto Ungkap Pemilik Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie

Meski begitu, Handika melanjutkan, Idon yang berinisiatif meminta kepada Febrie untuk pemanfaatan sementara rumah di Sentul City tersebut.

Handika menjelaskan, Idon pada 2023  meminta izin kepada Febrie agar rumah pribadi itu digunakan sementara sebagai kantor operasional yayasan. Sebab rumah itu, kata Handika sudah lebih dari 10 tahun tak ditempati oleh Febrie maupun keluarga.

“Rumah itu sudah tidak ditinggali, nggak pernah dipakai sama Pak Febrie sudah 10 tahun lebih. Lalu di tahun 2023, rumah itu dipinjam oleh Pak Idon untuk kantor yayasan,” kata Handika.

Idon juga kata Handika yang bertanggungjawab sebagai peminjam rumah dalam pengeluaran biaya pengelolaan rumah tersebut.

“Itu dibuktikan dengan alat-alat bukti pendukung, seperti biaya maintenance, listrik, air, dan staf yang ada di situ, yang bayar Pak Idon. Bukan Pak Febrie,” ujar Handika.

Pada 2024, kata Handika, Idon meminta izin kepada Febrie, agar di dalam rumah tersebut dibangun lemari brangkas untuk penyimpanan aset-aset. “Fungsinya buat apa? Untuk menaruh barang-barang yang berharga bagi yayasan, karena di situ nantinya banyak aktivias operasional yayasan,” kata Handika.

Dia pun mengungkapkan, hubungan antara Febrie dan Idon memang sudah kenal akrab sejak lama. Keduanya berasal dari kampung yang sama di Jambi, dan satu pertemanan di sekolah, sampai pada almamater sama.

Namun terkait Idon yang meminjam rumah Febrie untuk operasional yayasan dan penyimpanan aset-aset tersebut, tak ada kaitannya dengan si pemilik rumah itu. “Jadi pemilik rumah itu Pak Febrie. Tetapi ditempati, dan penguasaannya (aset-aset) kepemilikan Pak Idon,” ujar Handika.

Dia juga sekaligus membantah sejumlah penyampaian yang mengaitkan aset-aset uang tunai dan emas-emas batangan di rumah pribadi Febrie itu, terkait dengan operasional Satgas PKH.  Ini mengingat posisi Febrie, pada saat menjabat sebagai Jampidsus, merangkap posisi sebagai Ketua Pelaksana Harian Satgas PKH bentukan Presiden Prabowo Subianto, yang juga menjadikan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Ketua Pengarah.

“Sepanjang yang Pak Idon juga sampaikan ke kami, dan alat-alat bukti, clear bahwa tidak ada hubungan dengan Satgas PKH. Enggak ada hubungannya. Itu clear,” ujar Handika.

Resto de’Clan dan Koin Money Changer

Handika juga mengungkapkan, pun tak ada kaitan antara aset-aset yang ditemukan di rumah Febrie di Sentul City, dengan aset-aset uang tunai setotal Rp 67 miliar yang ditemukan Polri di Resto de’Clan, dan Koin Money Changer di Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel).

Handika mengatakan dari penggeledahan yang dilakukan Polri di kawasan Cilandak itu, juga banyak ditemukan dokumen-dokumen penting. Tetapi, kata Handika, barang-barang bukti di Resto de’Clan dan Koin Money Changer itu, juga tak ada kaitannya dengan Febrie.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.