UPDATE

NASIONAL

Don Ritto Ungkap Pemilik Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie

“Itu hoaks. Sepanjang yang kami tahu, de’Clan (dan Koin Money Changer) itu nggak kaitannya dengan pak Febrie,” kata Handika.

Melainkan, kata Handika, aset-aset tersebut ada kaitannya dengan seorang pengusaha nasional yang menyimpan dananya untuk membantu pemerintah dalam membangun infrastruktur di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kalau yang di Cafe de’Clan itu, kegunaannya untuk pembangunan pelabuhan di daerah Kalimantan Timur,” ujar Handika. Akan tetapi, Handika, juga belum bersedia mengungkap siapa nama pengusaha nasional si pemilik uang tunai dalam berbagai pecahan lokal dan asing tersebut.

“Bukan hanya itu (yang ditemukan polisi). Sudah ada juga beberapa yang sudah ditransfer ke perusahaan. Resmi. Karena ada kontrak perjanjiannya, dan itu sudah disita oleh penyidik Kortas Tipidkor dan Polda Metro Jaya,” kata Handika.

Dia meminta para wartawan untuk menanyakan ke kepolisian langsung tentang siapa pengusaha nasional pemilik aset-aset uang tunai tersebut. Pun nama perusahaan yang sudah diketahui oleh tim penyidik kepolisian tersebut.

Handika tak menampik memang ada kesamaan bentuk maupun merk brangkas yang dibongkar polisi di Resto de’Clan dan Koin Money Changer dengan lemari besi di rumah pribadi Febrie di Sentul City. Karena. kata Handika, memang Don Ritto yang mengontrak teknisi lemari besi yang sama.

Idon, kata Handika, mengambil alih kepemilikan Resto de’Clan dari kerja sama dengan seorang bernama Ferry Boboho atau yang dikenal sebagai FYH. “Memang dulu ada kerjasama dengan Ferry Boboho. Dia kan (Ferry Boboho) pemegang merek dagang restoran Prancis. Kerjasama itu kemudian bangkrut. Setelah bangkrut, diambil alih 100 persen oleh Pak Idon,” ujar Handika.

Resto de’Clan, dulunya bernama Resto Gontran Cherier. Di lokasi itu pada 2024 lalu, ajudan Febrie dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) menangkap seorang anggota Densus 88 yang bersama personel antiteror lainnya melakukan penguntitan terhadap Febrie. Setelah kejadian tersebut, nama resto makanan Prancis itu berganti menjadi de’Clan. “Setelah diambil alih full oleh Pak Idon, diganti namanya jadi Cafe de’Clan Signature,” ujar Handika.

Diserahkan ke kejaksaan

Pada Jumat (17/7/2026) tim penyidik gabungan Dittreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor resmi menyerahkan seluruh alat-alat dan barang-barang bukti terkait penanganan perkara Febrie Adriansyah dan Don Ritto.

Keduanya sejak pekan lalu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri terkait dengan skandal korupsi dalam penanganan perkara korupsi PLTU Batubara, Asabri, dan Krakatau Steel (KS).

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.