Pada sore hari yang sama, sekitar pukul 15.00–17.00 WIB, mediasi digelar di rumah Mulyadi. Hadir pihak perusahaan, pengemudi Alphard, keluarga korban, Ketua RT, dan Babinsa. Kedua pihak sepakat damai. Pihak perusahaan memberikan kompensasi uang, sementara pengemudi Alphard bertanggung jawab memperbaiki kerusakan motor (dengan penggantian komponen). Mulyadi memilih tidak membuat laporan polisi. Ia menyatakan tetap akan melanjutkan pekerjaan sebagai pengemudi ojek pangkalan. Keluarga masih berencana mediasi lanjutan setelah motor selesai diperbaiki.
Insiden ini menjadi pengingat tentang pentingnya empati di jalan raya. Bagi seorang bapak yang mengandalkan motor untuk menghidupi keluarga, kerusakan seperti ini bukan sekadar kerugian materi, melainkan ancaman terhadap kelangsungan hidup sehari-hari. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan keadilan.































































































Beri Komentar