UPDATE

ACEH
ACEH

Ratusan Massa AM2S Geruduk Kantor Bupati, Minta Kejelasan Status HGU PT Semadam

BANDA ACEH, ACEH TAMIANG – Ratusan warga dari Kampung Sekumur dan Kampung Tanjung Gelumpang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menggugat Semadam (AM2S) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Kamis (3 September 2026).

Dalam aksi tersebut, massa meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status Hak Guna Usaha (HGU) PT Semadam, termasuk proses dan dasar hukum perpanjangan atau pembaruan HGU perusahaan.

Koordinator Lapangan AM2S, M. Fauzi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menginginkan kejelasan dan keadilan terkait persoalan HGU PT Semadam.

“Kami datang bukan untuk mencari kegaduhan. Kami hanya ingin kejelasan. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana status HGU PT Semadam, bagaimana prosesnya dan apa dasar hukumnya. Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten agar dapat mengevaluasi keberadaan PT Semadam di Aceh Tamiang,” ujar Fauzi dalam orasinya.

Selain mempertanyakan status HGU, massa juga mempersoalkan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional. Mereka menilai keberadaan perusahaan semestinya memberikan manfaat bagi warga, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Massa meminta pemerintah tidak mengambil keputusan terkait perpanjangan HGU sebelum seluruh persoalan yang dipersoalkan masyarakat mendapatkan penjelasan dan penyelesaian.

“Kami meminta agar HGU PT Semadam tidak diperpanjang dan persoalan lahan yang diklaim masyarakat dapat diselesaikan sesuai ketentuan hukum,” tegas Fauzi.

Klaim Tanah Leluhur

Dalam orasinya, Fauzi juga menyampaikan keinginan masyarakat agar lahan yang mereka klaim sebagai tanah leluhur dapat dikembalikan dan dikelola sebagai tanah adat.

“Kami ingin tanah yang menjadi klaim masyarakat dikembalikan untuk kepentingan masyarakat dan dapat ditata sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Massa juga menyoroti minimnya kontribusi PT Semadam terhadap masyarakat sekitar, termasuk dalam membantu warga yang bekerja di perusahaan tersebut.

Fauzi mencontohkan kondisi saat banjir yang terjadi pada November 2025. Menurut dia, karyawan PT Semadam justru meminta bantuan sembako dari masyarakat Desa Sekumur.

“Baru-baru ini terjadi kebakaran yang menimpa rumah karyawan PT Semadam. Malah kami dari masyarakat sekitar patungan untuk membantu masyarakat tersebut. Sedangkan kontribusi perusahaan nihil,” ungkap Fauzi.

Menurut Fauzi, AM2S akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta setiap proses terkait HGU dilakukan secara transparan serta sesuai dengan ketentuan hukum.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.