UPDATE

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Banda Aceh Raih Silver Award IMT-GT Green City Award untuk Pengelolaan Persampahan

Namun, menurut Tito, kerja sama tersebut ke depan harus menghasilkan manfaat yang lebih konkret.

“IMT-GT tidak boleh hanya menjadi forum untuk berdialog dan berdiskusi, tetapi harus menjadi sebuah platform yang menghasilkan program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Tito juga menekankan pentingnya menerjemahkan berbagai kesepakatan menjadi tindakan nyata.

“Bagaimana kita mengubah keputusan menjadi kenyataan? Bagaimana kita membuat berbagai kesepakatan benar-benar diwujudkan dalam tindakan?” katanya.

Menurutnya, Indonesia, Malaysia, dan Thailand memiliki potensi besar untuk membangun kerja sama yang lebih kuat, khususnya Pulau Sumatera yang memiliki kekayaan sumber daya alam, potensi pertanian dan perkebunan, serta sumber daya manusia yang besar.

Tito juga mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kerja sama dengan Malaysia dan Thailand melalui berbagai bentuk kemitraan, termasuk sister city dan sister province.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima Kota Banda Aceh. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan persampahan di Kota Banda Aceh.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembenahan. Pengelolaan sampah merupakan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Illiza.

Ia menegaskan bahwa predikat Silver Award harus menjadi pemacu bagi Banda Aceh untuk meningkatkan kualitas pengelolaan persampahan ke depan.

“Kita tidak boleh berhenti pada penghargaan. Justru ini menjadi tantangan bagi kita untuk bekerja lebih baik dan meningkatkan capaian pada masa yang akan datang,” katanya.

Illiza juga menekankan pentingnya semangat Banda Aceh Kolaborasi dalam menjawab berbagai persoalan perkotaan, termasuk persoalan lingkungan dan persampahan.

“Persoalan kota tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Semangat inilah yang terus kita bangun di Banda Aceh,” ujarnya.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Banda Aceh untuk memperkuat posisi sebagai bagian dari jejaring kota dalam kawasan IMT-GT dan terus berbagi praktik baik dalam pembangunan kota yang bersih, hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing.

“Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus membangun Banda Aceh sebagai kota yang bersih, hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing,” tutupnya.***

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.