UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Rizal Fadillah Balik Semprot Prabowo: Saking Gobloknya Jadi Tolol

Menurut Rizal, apabila istilah kasar dipertukarkan dalam ruang politik, maka perdebatan akhirnya justru bergeser dari substansi kebijakan ke persoalan gaya bahasa.

“Diksi kasar berbalas kasar, maklum pakar-pakar dan presiden goblok,” tulisnya.

Rizal juga membawa sejumlah pernyataan dan kontroversi sebelumnya yang menurutnya menjadi bahan sindiran publik terhadap Presiden. Ia menyebut adanya pembicaraan netizen mengenai kemampuan berhitung Prabowo serta berbagai angka yang pernah muncul dalam pernyataan pemerintah.

“Netizen mengingatkan kepakaran Prabowo yang jago hitung 10+6=17 dan upah mengupas bawang 700 ribu per kilo. Ada juga laporan kerugian bangsa 100 triliun per tahun, jadi lima tahun itu 1.000 triliun,” ujarnya.

Lebih jauh, Rizal mengaitkan kebiasaan Presiden menggunakan kata “saya” dengan istilah Narcissistic Personality Disorder (NPD).

“Pidato Prabowo selalu bicara ‘saya’ adalah gambaran dari NPD,” katanya.

Namun, pernyataan tersebut merupakan penilaian Rizal, bukan diagnosis medis. Ia kemudian menjelaskan pandangannya bahwa NPD, menurut pemahamannya, berkaitan dengan kecenderungan seseorang merasa dirinya hebat dan sulit mengakui kesalahan.

“Narcissistic Personality Disorder adalah penyakit berbahaya karena selalu melempar kesalahan pada orang lain, sementara diri tidak pernah salah, hebat, heroik, dan paling tahu segalanya,” ujarnya.

Atas dasar itu, Rizal bahkan mengusulkan agar Presiden menjalani pemeriksaan medis terkait stabilitas emosi dan aspek kejiwaan. Ia mengatakan masyarakat perlu mendapatkan keyakinan bahwa pemegang jabatan kepala negara berada dalam kondisi yang baik untuk menjalankan tugasnya.

“Rakyat harus yakin memiliki Kepala Negara yang sehat intelektual, mental, dan moral,” kata Rizal.

Rizal kemudian menyinggung suasana ketika dalam pidato tersebut muncul dukungan agar Prabowo kembali menjadi Presiden pada 2029.

Ia menghubungkannya dengan sebuah lagu dangdut yang dinyanyikan anak MBG berseragam sekolah.

Menurut Rizal, lagu tersebut dapat dibaca sebagai parodi atau sindiran terhadap wacana keberlanjutan kekuasaan hingga periode berikutnya.

“Sadarkah Pak Presiden ada sindiran atau parodi saat mendengar pidato Prabowo yang diminta untuk menjadi Presiden kembali tahun 2029,” ujarnya.

Rizal kemudian mengutip bagian lagu yang berbunyi, “Jangan, jangan, jangan lagi. Sudah, sudah, sudah tak mau lagi.”

Di bagian akhir tulisannya, Rizal kembali menggunakan gaya satire untuk menyindir perjalanan pemerintahan Prabowo.

“Sudahlah Pak Prabowo, moga salah hitung 1+1=5. Jabatan satu tahun tambah satu tahun jadi lima tahun. Maka selesailah pada Oktober besok,” tulisnya.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.