Dan dalam politik, pertarungan opini publik sering kali tidak kalah penting daripada pertarungan di ruang pengadilan.
Gibran tetap Wakil Presiden. Namun selama persoalan mengenai ijazah masih menjadi pertanyaan publik, bukan tidak mungkin sepanjang masa jabatannya ia akan terus berhadapan dengan pertanyaan yang sama.
Ironisnya, kursi Wakil Presiden yang seharusnya menjadi simbol legitimasi politik justru dapat berubah menjadi panggung tempat polemik itu terus diputar ulang.































































































Beri Komentar