UPDATE

NASIONAL

Pesan Keras Prabowo untuk Jajarannya: Mau di Jalan Benar atau Minggir?

BANDA ACEH – Presiden Prabowo Subianto mengakui penertiban kawasan hutan dan penyelamatan kekayaan negara bukan pekerjaan mudah. 

Menurutnya, selalu ada tekanan dan perlawanan dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Di tengah situasi tersebut, Prabowo memberikan pesan tegas kepada jajaran pemerintah. Mereka yang tidak ingin berjalan di jalur yang benar dipersilakan meninggalkan barisan pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp13.241.335.681.910,13, serta penguasaan kembali kawasan hutan seluas 259.230,73 hektare di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Prabowo mengatakan ancaman dan gertakan akan selalu muncul dalam upaya memberantas praktik korupsi, penyelundupan hingga perampokan kekayaan negara.

Ia pun meminta orang-orang yang berada di dalam pemerintahan menentukan sikap.

“Saya persilakan, saudara-saudara dalam Satgas ini (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) atau dalam jajaran pemerintahan saya, siapa yang tidak mau terus di atas jalan yang benar, saya persilakan saudara minggir dengan baik,” ujar Prabowo.

Lawan Korupsi Disebut Pasti Ada Perlawanan

Menurut Prabowo, pertentangan antara pihak yang ingin memperjuangkan kebenaran dengan mereka yang ingin mempertahankan kepentingan pribadi merupakan persoalan yang terus muncul.

Ia menyebut kondisi tersebut bisa ditemukan dalam berbagai persoalan, mulai dari penyelundupan, narkotika, penipuan hingga praktik yang merugikan kekayaan negara.

“Sepanjang sejarah manusia akan selalu ada pertentangan antara mereka yang di atas jalan yang benar, mereka yang ingin membela kebenaran, keadilan, kejujuran, dan mereka yang ingin membela kejahatan. Tantangan ini selalu ada, kita paham itu,” jelasnya.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa pemerintahannya memilih berada di jalur yang menurutnya benar dan tidak akan menyerah terhadap pihak yang serakah.

“Pilihannya adalah pada diri kita, apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini, kekuatan yang menghina rakyat, kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin,” imbuhnya.

Ada Tekanan dan Ancaman

Prabowo mengaku mengetahui adanya tekanan dan ancaman terhadap sejumlah pihak yang terlibat dalam penertiban kawasan hutan.

Menurutnya, tekanan tersebut bahkan tidak hanya menyasar individu yang menjalankan tugas, tetapi juga keluarga mereka.

Meski begitu, ia memberikan apresiasi kepada jajaran yang tetap bertahan dan tidak mundur.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.