UPDATE

NASIONAL

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London: Merdeka!

Anies juga menyoroti kemajemukan London dan Indonesia. Menurut dia, kedua wilayah memiliki keberagaman yang perlu diiringi upaya menjaga persatuan.

“Lebih dari tiga ratus bahasa dituturkan di London. Tujuh ratus bahasa dituturkan di Indonesia, dan sebagian besar bertemu di Jakarta. Kita sama-sama tahu bahwa kebinekaan adalah karunia Tuhan, dan persatuan adalah hasil kerja tangan manusia,” ungkapnya.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Dia berharap penghargaan tersebut bisa menjadi sarana memperluas hubungan dan pertukaran pengetahuan antara kedua negara, terutama melalui kerja sama antarkota.

“Saya ingin memperlakukan Freedom ini sebagai pintu, bukan piala. Negara bernegosiasi, kota saling belajar. Melalui pintu ini saya berharap dapat mengajak para wali kota, insinyur, guru, dan anak-anak muda Indonesia ke sini, dan mengundang London ke Jakarta. Persahabatan Inggris dan Indonesia sudah tua. Persahabatan antarkota kita masih muda, dan justru itulah yang paling besar ruang tumbuhnya.”

Anies menutup pidatonya dengan menyampaikan makna kata merdeka dalam bahasa Indonesia serta kaitannya dengan sejarah bangsa.

“Dalam bahasa saya, kata untuk freedom adalah merdeka. Itu kata yang diteriakkan bangsa Indonesia pada 1945, dan masih kata yang kami teriakkan saat kami paling bahagia. Hari ini City of London memberikan kepada seorang Indonesia satu kata yang paling dicintai bangsanya. Saya akan berusaha pantas menerimanya. Merdeka.”

Nama Anies sebelumnya dikenal di London melalui keterlibatannya dalam jaringan kota global C40 Cities. Saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, dia menjadi Vice Chair C40 Cities dan mendampingi Wali Kota London Sadiq Khan yang menjabat sebagai Chair. Anies tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang menduduki posisi pimpinan dalam jaringan tersebut.

Pembenahan transportasi publik Jakarta, yang sebagian mengacu pada pembelajaran dari London, turut mengantarkan Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang meraih Sustainable Transport Award pada 2021.

Sejak 2023, Anies juga menjadi anggota dewan Asia Research Centre di University of Oxford. Dalam dua tahun terakhir, dia kerap diundang berbicara di Oxford, Cambridge, serta di hadapan diaspora Indonesia di London.

Sebelumnya, Anies masuk daftar 100 Intelektual Publik Dunia versi majalah Foreign Policy pada 2008 dan terpilih sebagai Young Global Leader Forum Ekonomi Dunia pada 2009

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.