Kalau begini, Kementerian ATR/BPN perlu membuka fakultas baru, Fakultas Ilmu Gaib dan Pertanahan. Jurusannya ada tiga: Administrasi Surat Panggilan, Manajemen Agenda Internal, dan Teknik Menghilang Tanpa Meninggalkan Jejak. Lulusannya mendapat gelar S.Kebal alias Sarjana Kebal Panggilan.
Tentu, itu cuma lelucon. Yang tidak lucu adalah ketika publik terus menunggu kepastian. KPK memiliki power untuk menangkap Nusron.
Sepertinya masih sabar sih. Mungkin saja ketua KPK ada telepon dari atasan, atasannya lagi. Entahlah. Sejauh ini gigi KPK rontok akibat kesaktian politisi Golkar itu.
Surat panggilan bukan kertas pembungkus gorengan. KPK bukan biro jasa pengiriman paket. Pejabat negara bukan jin bisa dipanggil tiga kali, lalu baru muncul ketika ada asap dupa.
Pak Nusron datanglah ke KPK, buktikan sampeyan menteri pejantan tangguh, bukan banci kaleng.
Kalau tak korupsi, ngapain takut sama KPK. Kecuali, memang panjenengan dapat jatah lebih banyak dari delapan anak buahmu yang sudah dikerangkeng. Nusron, come on!
(Mantan wartawan)































































































Beri Komentar