Prabowo-subianto-pimpin-rakornas-internal-partai-gerindra_20231215_213240.jpg” width=”640″/>BANDA ACEH – Viral potongan video calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto menyebut ‘ndasmu etik’ dalam acara Rakornas Partai Gerindra, Jumat (15/12/2023).
Acara itu berlangsung tertutup dan hanya berlangsung internal untuk kader partai Gerindra.
Ucapan tersebut dilontarkan Prabowo saat membahas tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Majelis Kehormatan MK (MKMK) soal batas usia capres-cawapres.
Video Prabowo itu lantas menuai beragam komentar dari sejumlah pihak.
Anies Baswedan: Memang Etik Mulainya dari Kepala
Video Prabowo itu disebut-sebut tengah menyindir capres nomor urut 1 Anies Baswedan.
Seperti diketahui sebelumnya, Anies Baswedan sempat menanyakan tentang putusan MK kepada Prabowo saat Debat perdana Pilpres 2024, Selasa (12/12/2023) lalu.
“Bagaimana perasaan Mas Prabowo? (menirukan pertanyaan Anies). Soal etik, etik, etik. Ndasmu etik,” ucap Prabowo dalam video viral.
Anies mengatakan, etika seseorang memang muncul pertama kali dari ‘kepala’.
Sehingga, menurutnya, ketika ‘kepala’ tidak beretika, maka turut tidak diikuti oleh lainnya.
“Memang etik itu mulainya dari kepala. Kalau kepala tidak mengikuti etika apalagi yang dibawahnya.”
“Jadi memang benar mulainya dari kepala, jadi dengan begitu yang di bawahnya akan ikut,” katanya usai menghadiri Tabligh Akbar dan Haul di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (16/12/2023).
Ganjar: Biar Masyarakat Menilai
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo juga tak berkomentar banyak.
Ganjar menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada masyarakat terkait sikap Prabowo itu.
Namun, Ganjar berpesan agar masyarakat menggunakan kalimat yang baik-baik selama kampanye Pilpres 2024 berlangsung.
“Saya kira masyarakat bisa menilai,” ucap Ganjar, ditemui di Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2023).
“Makanya saya berikan pesan kepada warga untuk kita pakai kalimat-kalimat yang tentu saja dibuka saja, kalimat bagus, tidak black campaign, tapi negatif campaign boleh.”
Ganjar juga mengatakan, capres-cawapres sebaiknya menggunakan fakta atau fakta dalam menyampaikan pendapat.
Sebab, menurut dia karakter capres-cawapres bisa dilihat selama kampanye.
“Umpama tidak percaya pada skor masing masing, tidak percaya pada fakta dan data boleh, tampilkan biarkan data beradu,” imbuhnya.
Klarifikasi Kubu Prabowo
Terpisah, juru bicara Prabowo, Dahnil Simanjuntak menyebut bahwa pernyataan Prabowo itu hanyalah candaan.
“Pak Prabowo senang bercanda, itu bercandaan Pak Prabowo ke kader-kader Gerindra, 1000 persen itu bercanda.”































































































Beri Komentar