BANDA ACEH – Pengguna TikTok lagi ramai mencari video viral Sok Imut.
Beberapa netizen menyematkan komentar soal link video viral Sok Imut, hingga mencari siapa tokoh yang disebut Sok Imut tersebut.
Seperti dikutip HARIANACEH.co.id dari laman Tribun-medan.com, video viral Sok Imut ini merujuk pada sebuah video yang menampilkan seorang wanita muda.
Pada video pertama, wanita muda itu terlihat menggunakan kerudung warna hitam.
Ia duduk di atas kasur dengan seprai warna merah muda bermotif bunga.
Tampak wajah wanita muda itu menggunakan acne patch atau stiker jerawat.
Lalu, beberapa detik kemudian, muncul tangan yang di jari manisnya tersemat cincin wana hitam, dengan gelang hitam di pergelangan.
Tangan itu kemudian memegang wajah si perempuan.
Kemudian, wajah wanita itu berubah jadi Sok Imut.
Ia bergaya manja pada orang yang memegang dagu dan wajahnya.
Sambil mendongak, wanita muda itu memejamkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke orang yang memegang wajahnya.
Di video kedua, wanita muda itu telah melepas kerudungnya.
Ia masih berada di lokasi yang sama.
Tampaknya wanita itu tengah berada di sebuah kamar dengan orang lain.
Ia kembali memasang wajah Sok Imut pada orang yang memegang wajahnya.
Sejurus kemudian, orang yang bersama wanita muda tersebut memegang kancing kardigan yang digunakan oleh si wanita tersebut.
Orang yang bersama wanita itu tampak seolah ingin membuka pakaian si wanita.
Meski begitu, video yang hanya beberapa detik tersebut kemudian diartikan berbeda oleh warganet.
Banyak yang menduga bahwa video itu ada kaitannya dengan adegan dewasa.
Waspadai Pishing dan Scamming
Sejak video viral Sok Imut itu beredar di TikTok, banyak yang mencari linknya.
Beberapa orang meminta agar link video tersebut dishare, agar bisa disaksikan secara utuh.
Namun, pengguna media sosial diminta untuk bijak dan berhati-hati.
Bisa saja link video yang beredar mengandung pishing dan scamming.
Phishing adalah jenis penipuan siber di mana pelaku menyamar sebagai pihak tepercaya untuk mencuri data sensitif seperti password, nomor kartu kredit, atau informasi pribadi melalui email, SMS, atau situs palsu.
Pelaku mengirim pesan yang tampak resmi, sering dengan link atau lampiran berbahaya, untuk memancing korban mengklik dan memasukkan data.
Ini memanfaatkan rasa ingin tahu pengguna media sosial.
Beberapa kasus terjadi disertai ancaman akun ditutup dan sejenisnya.
Sementara itu, scamming adalah bentuk penipuan yang dilakukan secara sengaja untuk mendapatkan keuntungan ilegal, seperti uang atau data pribadi, dengan memanipulasi kepercayaan korban melalui berbagai media digital.









































































































