BANDA ACEH – Kepala Oditur Militer II-07 Jakarta, Kolonel Corps Hukum (Chk) Andri Wijaya mengatakan, berdasarkan pemeriksaan polisi militer terhadap empat anggota TNI, terungkap motif penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, adalah dendam pribadi.Menanggapi pernyataan itu, Divisi Hukum KontraS, Muhammad Yahya Ihyaroza menegaskan, pihaknya tidak percaya dendam pribadi jadi motif kasus penganiayaan Andrie Yunus. Sebab, kasus teror tersebut sangat teroganisir.
“Itulah mengapa kami tidak percaya dengan mekanisme peradilan di peradilan militer. Sebelumnya dari tim advokasi sudah melakukan semacam investigasi. Dan kami menemukan fakta pelakunya lebih dari empat orang dan sangat terorganisir. Sehingga muncul pertanyaan baru sebetulny, apakah betul jika kasus Andrie itu dilatarbelakangi oleh balas dendam, oleh sakit hati, harus dilakukan dengan cara sesistematis itu, seorganisir itu,” kata dia saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Oleh sebab itu, pihaknya mendesak agar kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dibuka secara transparan. Yahya pun mempertanyakan apakah proses penegakan hukum oleh Puspom TNI sejak awal berjalan secara akuntabel.
“Maka dari itu, untuk kasus Andrie ini seharusnya pihak yang berwajib, entah itu Puspom ataupun kepolisian, itu membuka kasus ini secara transparan. Kan permasalahannya sejak dari awal kami menyampaikan empat pelaku yang selama ini disampaikan oleh pihak Puspom, tidak pernah disampaikan kepada publik. Sementara inisial yang diberikan kepada publik pun juga dengan hasil investigasi yang dilakukan oleh tim investigasi atau mungkin bahkan penyelidikan awal yang dilakukan oleh kepolisian bertolak belakang,” tutur Yahya.
Aliansi Makassar Berisik menggelar aksi solidaritas terhadap aktivis Andrie Yunus di bawah jembatan Flyover Jl A.Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/4/2026) sore. IDN Times/Darsil Yahya
Aliansi Makassar Berisik menggelar aksi solidaritas terhadap aktivis Andrie Yunus di bawah jembatan Flyover Jl A.Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/4/2026) sore. IDN Times/Darsil Yahya
Kendati demikian, Yahya menjelaskan, pihaknya belum mengetahui pasti apa motif penyerangan yang dilakukan oleh para pelaku kepada Andrie Yunus. Hanya saja ia kembali menegaskan, tidak mungkin motif kasus ini adalah dendam pribadi.
“Kalau motif, hingga sampai saat ini kami belum menemukan motifnya seperti apa. Tapi yang jelas dari investigasi yang kami lakukan, bahkan itu bukti-bukti yang kami temukan itu hanya bukti rekaman CCTV di tanggal kejadian. Jadi kita enggak tahu apakah di hari sebelumnya, seminggu sebelumnya, sebulan sebelumnya, sudah ada proses pengintaian serupa, begitu,” tutur dia.






























































































