BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, menyatakan bahwa proses pemulihan saat ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Dari total 23 kabupaten/kota di Aceh, 18 wilayah dilaporkan terdampak cukup parah. Data pemerintah mencatat sebanyak 243.000 unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat.
“Alhamdulillah, saat ini penanganan sudah mendekati 100%. Masyarakat sudah mulai berpindah dari tenda darurat ke Hunian Sementara (Huntara),” ujar Fadhlullah dalam konferensi pers di Hotel Ayani, Kamis, 16 April 2026.
Pemerintah Aceh telah menyiapkan skema bantuan finansial untuk rehabilitasi rumah warga terdampak. Besaran bantuan dibagi menjadi tiga kategori:
- Rusak ringan : Rp15 Juta per unit.
- Rusak sedang: Rp30 Juta per unit.
- Rusak berat: Rp60 Juta per unit
Selain perbaikan fisik bangunan, pemerintah juga memastikan penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp15.000 per jiwa guna meringankan beban ekonomi harian warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana.
Fadhlullah menekankan bahwa pemulihan infrastruktur strategis seperti jalan, jembatan, dan lahan pertanian menjadi prioritas utama untuk memulihkan konektivitas dan ketahanan pangan.
Dalam proses rekonstruksi ini, ia memberikan instruksi tegas agar seluruh pengadaan material wajib mengoptimalkan sumber daya lokal.
“Setiap rekonstruksi yang ada, perbelanjaannya harus di Aceh. Kita ingin uang berputar di sini agar ada perubahan ekonomi yang nyata bagi masyarakat kita,” tegas Wagub.
Reporter: Mirza IP
















































































































Komentar Terbaru