UPDATE

ACEH
ACEH

Bupati Aceh Besar Harap PMI Kembali Jadi Garda Terdepan Kemanusiaan

BANDA ACEH — Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram menegaskan pentingnya peran Palang Merah Indonesia (PMI) untuk kembali menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan di Aceh.

Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Kerja PMI Provinsi Aceh Tahun 2026 di Hotel Hijrah, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (11/5/2026).

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Dalam sambutannya, Muharram Idris menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap pelaksanaan musyawarah kerja tersebut. Menurutnya, PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang memiliki sejarah panjang dan peran strategis sejak awal kemerdekaan Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Musyawarah Kerja PMI Aceh Tahun 2026. PMI adalah organisasi yang lahir dari semangat kemanusiaan, hadir membantu korban bencana, pelayanan donor darah, hingga berbagai aksi sosial lainnya,” ujar Muharram.

Ia mengatakan, PMI pernah menjadi organisasi yang sangat dikenal masyarakat dalam urusan kemanusiaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, peran tersebut dinilai mulai meredup seiring munculnya berbagai lembaga lain di bidang sosial dan kebencanaan.

“Kita berharap PMI kembali berjaya. Di hati masyarakat, PMI punya tempat tersendiri. Dulu, ketika berbicara kemanusiaan, yang terlintas hanya PMI. Sekarang banyak lembaga lain, tapi PMI harus tetap menjadi yang terdepan,” katanya.

Muharram juga menekankan pentingnya penguatan kembali organisasi-organisasi strategis agar dapat terus berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua Bidang Organisasi PMI Aceh, H. Teuku Ibrahim ST MM, mengatakan musyawarah kerja tersebut merupakan amanah dari Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PMI Aceh yang sebelumnya digelar di Takengon.

Ia turut membagikan pengalaman relawan PMI saat menangani bencana banjir di Aceh Tengah dan Bener Meriah di tengah keterbatasan komunikasi dan logistik.

“Dalam kondisi serba terbatas, bahkan tanpa makanan yang cukup, semangat kemanusiaan tetap menjadi kekuatan utama kami. Kami bergerak ke sana kemari mencari bantuan demi masyarakat terdampak,” ujarnya.

Menurut Teuku Ibrahim, musyawarah kerja PMI merupakan forum tahunan untuk evaluasi, koordinasi, dan penyusunan program kerja agar tetap relevan dengan tantangan kemanusiaan.

Kegiatan itu diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri atas pengurus PMI kabupaten/kota, pengurus PMI provinsi, serta unit donor darah.

Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, menegaskan PMI tetap memiliki peran vital meskipun kini banyak lembaga lain yang bergerak di bidang kebencanaan.

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.