UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Prabowo Diminta Waspada, Disebut Ada ‘Kudeta Senyap’ dari Jokowi: Presiden Cuma Dikasih 2 Tahun…

BANDA ACEH – Presiden Prabowo Subianto diminta waspada menghadapi dinamika Politik “kudeta senyap dan merayap” yang disebut-sebut tengah dilakukan oleh Presiden Indonesia Ke-7 Joko Widodo alias JokowiMantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menduga ada kekuatan politik lama yang masih berusaha mempertahankan pengaruhnya di tengah pemerintahan saat ini. Ia bahkan mengaku khawatir presiden tidak akan menjalankan masa pemerintahannya selama lima tahun penuh.

“Saya was-wasnya benar, bahwa Prabowo hanya dikasih waktu dua tahun, artinya Oktober 2026,” kata Said Didu dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad Speakup, Rabu (19/8/2026).

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Said menduga terdapat faksi politik yang ia sebut sebagai “geng Solo” serta kelompok oligarki yang belum rela kehilangan pengaruh setelah pergantian pemerintahan.

Ia secara khusus mengaitkan dinamika tersebut dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Menurut Said, Jokowi tidak sepenuhnya melepaskan pengaruh kekuasaannya setelah Prabowo mengambil alih pemerintahan.

“Intinya Jokowi tuh tidak pernah rela melepaskan kekuasaan ke siapapun termasuk Prabowo,” ujarnya.

Said menggambarkan potensi tekanan terhadap pemerintah saat ini dengan istilah yang cukup keras. Ia menyebut adanya kemungkinan gerakan politik yang berlangsung secara perlahan dan tidak terlihat secara terbuka.

“Kudeta senyap, senyap dan merayap,” kata Said.

Menurut dia, situasi tersebut menjadi semacam ronde terakhir dalam pertarungan politik. Said menilai belum dapat diketahui apakah Prabowo mampu mempertahankan kendali pemerintahan atau justru menghadapi tekanan yang semakin kuat.

“Kita enggak tahu apa yang akan terjadi, ini ronde terakhir, apakah KO atau menang angka,” tegasnya.

image_print

Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.