BANDA ACEH, BANDA ACEH — Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menegaskan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam pelaksanaan pemerintahan di lingkungan Pemerintah Aceh. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci agar setiap tugas pemerintahan dapat berjalan dengan baik sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Hal tersebut disampaikan Wagub Dek Fadh didampingi Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, S.T., M.Si., saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Rabu (26/8/2026).
Dalam arahannya, Wagub Dek Fadh meminta seluruh SKPA mengedepankan transparansi dalam menjalankan tugas. Ia juga mendorong jajaran SKPA untuk aktif menyampaikan informasi kepada media terkait isu dan program yang ditangani masing-masing, dengan tetap memastikan setiap informasi dapat dipertanggungjawabkan.
Khusus SKPA yang menangani kebencanaan secara langsung, Dek Fadh mengimbau agar penyampaian informasi terkait penanganan bencana dilakukan secara lebih aktif melalui media.
Advertisements
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan informasi yang akurat dan terkini dapat tersampaikan secara luas, sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan penanganan bencana secara cepat dan jelas.
“Dalam proses di Pemerintah Aceh, semuanya harus transparan. Silakan bicara di media terkait isu yang ditangani masing-masing SKPA, tetapi semua harus bisa dipertanggungjawabkan. Khusus SKPA yang menangani bencana, cari ekspos media agar informasi dapat disebarluaskan kepada publik. Zaman sekarang transparansi adalah kunci,” tegas Wagub Dek Fadh.
Wagub juga mengingatkan seluruh jajaran SKPA agar tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan pembangunan Aceh serta mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok dalam menjalankan tugas.
Ia meminta setiap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan segera disampaikan agar dapat dicarikan solusi bersama.
Sementara itu, Plt. Sekda Aceh Taufik mengajak seluruh kepala SKPA untuk memperkuat kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi guna mempercepat realisasi pembangunan Aceh pada 2026.
Taufik menyampaikan masih terdapat berbagai pekerjaan yang perlu dipacu bersama. Karena itu, komunikasi yang intensif antarpimpinan SKPA dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan lebih cepat, baik, dan lancar.
“Kita perlu berkolaborasi, berkoordinasi, dan berkomunikasi agar hal-hal yang kita usahakan bersama dapat diselesaikan. Mulai hari ini dan ke depan, kita akan intens berkomunikasi dengan para kepala SKPA agar koordinasi lebih lancar dan pelaksanaan program bisa lebih cepat sesuai dengan yang kita harapkan,” ujar Taufik.






























































































Beri Komentar