BANDA ACEH – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai membuka ruang tafsir Politik yang berbeda. Pengamat Politik Hendri Satrio alias Hensat melihat putusan itu membuat kubu Gibran maupun pihak pemohon sama-sama memiliki alasan untuk merasa puas.
Bagi kubu Gibran, putusan tersebut memastikan posisi Gibran tidak dibatalkan atau didiskualifikasi. Sementara bagi pihak pemohon yang diwakili antara lain Denny Indrayana, Hensat menyoroti pertimbangan MK terkait bukti pendidikan Gibran.
“Ini sidang yang membuat kedua belah pihak senang. Kubu Mas Gibran tentu senang karena tidak dibatalkan atau didiskualifikasi. Sementara kubu Denny Indrayana dan kawan-kawan senang karena MK tidak menemukan bukti bahwa Gibran punya ijazah SMA atau sederajat,” kata Hensat dalam video di kanal YouTube Hendri Satrio Official.
Dalam Putusan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, MK menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima. Salah satu pertimbangannya, para pemohon dinilai tidak memiliki kedudukan hukum.
Di sisi lain, dalam pertimbangan putusan, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma pendidikan luar negeri yang menunjukkan Gibran memiliki pendidikan setara minimal SMA.
Putusan tersebut kemudian dibaca Hensat dalam konteks yang lebih luas, termasuk kemungkinan perubahan arah politik keluarga Jokowi. Ia menilai Kaesang Pangarep berpotensi menjadi figur yang mendapat perhatian apabila perjalanan politik Gibran menghadapi hambatan.
“Apa mau Gibran digantikan Kaesang? Saya tidak tahu dia mau atau tidak. Kemungkinan besar Kaesang. Nampaknya era Gibran akan berakhir dan beralih ke Prince of Kaesang,” ucap Hensat.
Pernyataan mengenai Kaesang tersebut merupakan analisis dan prediksi pribadi Hensat. Belum ada keputusan resmi dari keluarga Jokowi, PSI, maupun pihak lain yang menetapkan Kaesang sebagai pengganti Gibran atau calon untuk Pilpres 2029.
Oleh karena itu, putusan MK tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya rencana resmi mengalihkan posisi politik Gibran kepada Kaesang




























































































Beri Komentar