BANDA ACEH – Pengamat sosial dan Politik, Erizal, menilai pengakuan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla dalam Podcast Majalah KeadilanTV memperkuat pernyataan politisi senior PDIP sekaligus wartawan senior Panda Nababan mengenai hubungan yang tidak harmonis antara Joko Widodo dan JK sejak awal.Dalam rilis yang diterima, Selasa (20/5/2026), Erizal menyebut Podcast Eksklusif Majalah KeadilanTV yang mempertemukan JK dan Panda Nababan memperlihatkan tidak adanya bantahan dari JK terhadap berbagai pernyataan Bang Panda sebelumnya. Bahkan, menurutnya, JK justru memberikan pendalaman terhadap sejumlah fakta politik yang pernah disampaikan Panda Nababan.
“Majalah KeadilanTV berhasil mempertemukan JK dan Bang Panda dalam satu podcast eksklusif. Apa yang dikatakan Bang Panda sebelumnya tidak ada yang dibantah oleh JK alias dibenarkan semua dan bahkan ditambah pengayaan,” ujar Erizal.
Menurut Erizal, salah satu poin penting yang mengemuka ialah pengakuan JK mengenai ketidakharmonisan relasinya dengan Jokowi yang disebut sudah terlihat sejak awal penunjukan dirinya sebagai calon wakil presiden oleh Megawati Soekarnoputri.
Setelah mendapat penugasan mendampingi Jokowi, JK disebut langsung berinisiatif menemui Jokowi. Dalam pertemuan itulah, menurut Erizal mengutip pengakuan JK, mulai terlihat adanya ketidaknyamanan dari Jokowi terhadap dirinya.
“Artinya, tidak salah pengakuan Bang Panda bahwa dia sejak awal ditunjuk Jokowi sebagai perantara atau penengah antara Jokowi dan JK,” kata Erizal.
Ia juga menyoroti pengakuan JK yang menyebut dirinya kerap lebih dahulu berbicara dengan Panda Nababan sebelum berkomunikasi dengan Megawati. Hal itu dilakukan karena JK meyakini pesan-pesannya akan tersampaikan dengan baik kepada Megawati melalui Panda Nababan.
Bagi Erizal, hal itu menunjukkan posisi strategis Panda Nababan dalam komunikasi politik antara PDIP dan Golkar pada masa itu.
“Bang Panda tidak saja diakui sebagai penengah antara JK dan Jokowi, tapi juga sebagai perantara antara JK dan Megawati, bahkan antara kepentingan Golkar dan PDIP,” ujarnya.
Erizal juga menyinggung pengakuan JK terkait Pilgub DKI Jakarta kala Taufik Kiemas ternyata tidak menyetujui Jokowi sebagai calon gubernur. Menurut JK, sosok yang justru didukung Taufik Kiemas saat itu adalah Fauzi Bowo.
JK disebut mengaku baru mengetahui hal tersebut belakangan. Jika sejak awal mengetahuinya, kata Erizal mengutip pernyataan JK, kemungkinan dirinya tidak akan mendorong Jokowi maju demi menghormati pilihan Taufik Kiemas.
































































































Beri Komentar