UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Di Depan Achmad Ru'yat, Sopir Ojol Bandung: Apakah Pemerintah Tidak Melihat Kami?

“Kami pun menolak kenaikan BBM Pertamax. Kemudian, saudara sekalian, meminta agar pemerintah pusat menyediakan ketersedian pangan bagi masyarakat,” katanya.

Tidak mau aksi massa di Bandung jadi ajang kampanye anggota dewan, salah seorang perwakilan mahasiswa, Malik Fajar menegaskan sikapnya.

“Pak kami di sini sudah cukup muak dengan berbagai janji. Kami menyampaikan, Pak, bahwa kami di sini menyampaikan aspirasi rakyat bukan untuk memberi panggung. Kami di sini bukan untuk memberikan panggung kampanye bagi bapak dan dewan lainnya,” katanya.

Lebih jauh, Fajar mengultimatum DPRD Jawa Barat juga pemerintah pusat agar menindaklanjuti tuntutan massa aksi, selambat-lambatnya dalam tiga hari ke depan. Jika dalam jangka waktu itu tidak ada perubahan, maka gerakan massa akan kembali bergelombang di Bandung. Bahkan mereka mengancam bakal menduduki gedung DPRD Jabar.

“Atas apa yang sudah bapak nyatakan, bahwa bapak adalah representasi DPRD Jabar, dan kami hendak menyampaikan apabila dalam jangka waktu 3×24 jam bapak tidak menyampaikan itu ke pemerintah pusat atau DPR RI, Apabila tidak ada perubahan harga yang signifikan, dari harga BBM, minyak goreng, dan pajak, kami akan kembali menggeruduk dan menduduki gedung DPRD Jabar,” katanya.

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.