Pertama, solusi dalam menghadapi masalah kehidupan.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang selalu beristighfar, maka Allah menjadikan baginya pada setiap kesempitan suatu solusi, dan setiap keprihatinan suatu jalan keluar, dan Allah memberinya rezeki dari jalan yang tak terduga”. (HR Abu Dawud)
Kedua, istighfar mendatangkan pahala yang besar.
Rasulullah saw bersabda:
“Istighfar mendatangkan pahala yang besar, antara lain Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:“Barangsiapa mengucapkan kalimat: Aku memohon ampun kepada Allah Yang tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Maha Hidup dan Yang Mengayomi. Aku bertobat kepadaNya, maka diampuni dosa-dosanya meskipun ia pernah lari dari barisan perang”. (HR Abu Dawud dan At-Turmuzi dan Al-Hakim)
Ketiga, dengan beristighfar, Allah mengampuni dosa.
Rasulullah saw bersabda:
”Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, sungguh selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni semua dosa yang ada pada dirimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu sampai setinggi awan di langit, kemudian engkau memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan Aku sedikit pun, tentulah Aku akan memberikan pengampunan sepenuh bumi. (HR Tirmidzi)
Keempat, terhindar dari azab pada hari kiamat.
Rasulullah saw bersabda:
”Tidaklah seorang muslim berbuat dosa kecuali Malaikat berdiri selama tiga saat (jam). Bila ia beristighfar dari dosanya maka Malaikat itu tidak mencatatnya dan Allah tidak akan menyiksanya pada hari kiamat.” (HR Hakim)
Bacaan Istighfar
Baginda Rasulullah saw mengajarkan umatnya ucapan istighfar dalam kehidupan sehari-hari, yang artinya:
“Barangsiapa mengucapkan kalimat: Aku memohon ampun kepada Allah Yang tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Maha Hidup dan Yang Mengayomi. Aku bertobat kepadaNya, maka diampuni dosa-dosanya meskipun ia pernah lari dari barisan perang”. (HR Abu Dawud dan At-Turmuzi dan Al-Hakim).
Dari Ubadah Bin As-Shamit radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang terjaga di malam hari lalu mengucapkan zikir, “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Hanya milikNya kerajaan dan hanya milikNya pula segala pujian. Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah ampunilah aku. Lalu berdo’a, niscaya dikabulkan do’anya. Jika dia shalat, niscaya diterima shalatnya”. (HR Bukhari).
































































































Beri Komentar