UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Zelensky Minta Bantuan Tambahan, Takut Dicueki Amerika Karena Fokus Bantu Zionis Israel

Meskipun belum ada keputusan akhir yang diambil, seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Washington Post kalau  langkah tersebut adalah tindakan yang bijaksana.

Dianggap begitu karena ini akan mengganggu kelompok sayap kanan – mengacu pada Partai Republik yang secara vokal mendukung Israel tetapi skeptis terhadap kelanjutan bantuan ke Ukraina.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih John Kirby menolak mengatakan apakah kedua paket bantuan tersebut akan digabungkan dan dihubungkan.

“Kami yakin keduanya penting,” kata dia.

Bantuan Amerika Dikorupsi Ukraina

Serangan Hamas dari Palestina ke Israel membuat dunia barat kaget. Tak menyangka Hamas miliki ribuan rudal untuk ditembakkan ke Israel.

Dikabarkan persenjataan yang digunakan oleh Hamas merupakan bantuan dari Rusia dan sekutunya.

Rupanya asal usul senjata yang digunakan oleh Hamas ini barulah terungkap.

Ternyata ribuan rudal yang digunakan oleh Hamas itu adalah buatan Amerika Serikat sendiri.

Dan senjata tersebut didapatkan dari Ukraina yang merupakan bantuan dari Amerika Serikat.

Belum diketahui apakah senjata bantuan Amerika Serikat tersebut dijual oleh pihak Ukraina.

Namun sebelumnya banyak kabar beredar, senjata-senjata bantuan pihak pihak barat termasuk dari Amerika Serikat dijual oleh pihak Ukraina ke pasar gelap.

Kabar senjata buatan Amerika Serikat yang diberikan ke Ukraina lalu digunakan oleh Hamas menghancurkan Israel tersebut disampaikan oleh mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

Diketahui Rusia dan Ukraina saat ini masih terlibat peperangan. Ukraina dibantu oleh pihak barat dalam hal ini Nato dibawah komando Amerika Serikat. 

Medvedev bahkan menyindir negara-negara barat bahwa senjata bantuannya ke Ukraina tidak akan efektif untuk menyerang Rusia.

Pasalnya, para pejabat korup di Ukraina justru lebih memilih akan menjual senjata bantuan ke pasar gelap ketimbang untuk berperang melawan Rusia.

Sebagai buktinya, kabar senjata-senjata yang secara aktif dipasok oleh pendukung Kiev dari Barat ke Ukraina telah sampai ke militan Hamas dan sekarang digunakan secara aktif di Israel.

Dmitry Medvedev dalam sebuah postingan Telegram pada hari Senin, menambahkan bahwa perangkat keras militer di masa depan akan dipasok ke Kiev bisa berakhir di pasar gelap juga.

Bahkan senjata-senjata tersebut digunakan untu memerangi para sekutu AS, seperti Israel.

“Keadaan hanya akan menjadi lebih buruk dari sini,” Medvedev memperingatkan, memperkirakan bahwa dunia akan “mengharapkan rudal, tank, dan bahkan pesawat dari Kiev segera masuk ke pasar gelap.”

image_print
1 2 3 4
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.