UPDATE

NASIONAL

Teman Korban yang Tewas di Kali Bekasi Ungkap Pertemuan Sebelum Kawannya Pergi

Sesampainya di RS Polri, Mongkak mengatakan, pihak rumah sakit tidak mengizinkannya melihat langsung jenazah. Melainkan, hanya diperlihatkan foto-foto jenazah-jenazah yang ada.

“Enggak ada yang ngeliat (jenazah), cuma dikasih tahu fotonya,” tuturnya.

Mongkak meyakini satu dari tujuh jenazah korban yang ditemukan di Kali Bekasi tersebut merupakan Muhammad Rizky alias Babon, sahabatnya.

“Iya (mengenali). Dari pakaian,” ucap Mongkak.

Menurutnya, pakaian yang dipakai satu di antara tujuh jenazah tersebut sama seperti yang dikenakan Babon saat hendak pergi menghadiri acara temannya, sehari sebelumnya.

“Pokoknya saya merhatiin almarhum doang sih. Soalnya kan almarhum izin perginya sama saya, sekalian ngajak juga,” ucapnya.

“Soalnya kan jaketnya belinya bareng sama saya itu,” lanjut Mongkak.

Keberadaan jaket yang dikenakan jenazah diduga Babon itu menjadi satu-satunya tanda yang meyakinkan Mongkak. Sebab, katanya, sulit untuk mengenali jenazah pada foto tersebut hanya dari wajah. 

Hal itu lantaran kondisi wajah dari jenazah yang sudah tidak memungkinkan untuk dikenali.

Sebelumnya, geger ditemukan tujuh mayat remaja laki-laki mengambang di Kali Bekasi, Kota Bekasi pada Minggu (22/9/2024). 

Kondisi tujuh mayat itu sudah dalam kondisi membengkak di bagian wajah.

Tujuh jenazah juga sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan proses identifikasi. 

Diduga kuat para korban nekat melompat karena takut kena patroli polisi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menuturkan bahwa tujuh remaja yang ditemukan tewas di Kali Bekasi, Kota Bekasi karena berupaya kabur dari tim patroli polisi.

Dia bilang dalam mengusut kasus ini, pihaknya melibatkan Propam Polri dan Kompolnas.

“Yang sudah bisa diambil keterangan memang mereka menceburkan diri ke sungai karena adanya ketakutan. Ketakutan adanya patroli yang lewat atau yang menegur. Menegurnya sejauh mana ini sedang kami dalami oleh Propam,” kata Karyoto.

Karyoto mengakui ada tim patroli Polisi yang sedang berupaya mencegah tawuran pada dini hari.

Petugas yang berpatroli kemudian menemukan sekelompok remaja yang sedang berkumpul di lokasi.

Karyoto menuturkan ada informasi awal bahwa kelompok remaja yang berkumpul beralasan ingin merayakan ulang tahun. 

Menurut dia, polisi juga masih mendalami informasi tersebut.

“Informasinya katanya ulang tahun, ulang tahun mana kuenya, mana tempatnya? Kan tidak mungkin ulang tahun di sini,” ujar Karyoto.

Dia menekankan pihaknya juga mempertanyakan kelompok remaja berada di lokasi pada pukul 03.00 dini hari.

“Yang mesti dipertanyakan adalah kenapa 03.00 WIB adik-adik kita ini ada berada di sini,” tuturnya

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.