Di tengah perang rudal
Dua pejabat senior Israel pada hari Rabu mengatakan negaranya akan melancarkan serangan yang terukur.
Akan tetapi, kata keduanya, Israel belum memutuskan apakah akan menyerang ladang minyak Iran.
Serangan terhadap ladang minyak adalah salah satu opsi yang disampaikan oleh lembaga pertahanan Israel kepada para pemimpin negara Zionis itu.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyebut serangan Israel akan mematikan, akurat, dan mengejutkan.
“Mereka (Iran) tidak akan memahami apa yang terjadi dan bagaimana itu terjadi. Mereka akan melihat akibatnya,” kata Gallant dikutip dari Reuters.
Sementara itu, tiga sumber dari negara Teluk menyebut bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman, dab Bahrain ingin melakukan deeskalasi situasi.
“Kita akan berada di tengah perang rudal. Ini kekhawatiran besar, terutama jika serangan Israel menargetkan fasilitas minyak Iran,” kata salah satu sumber.
Ketiga narasumber itu mengatakan serangan ke fasilitas minyak Iran akan memiliki dampak global, terutama bagi Tiongkok yang menjadi pembeli utama minyak Iran.
Di samping itu, Pilpres AS juga akan terdampak.
“Jika harga minya naik menjadi $120 per barel, itu akan membahayakan ekonomi AS dan peluang Kamala Harris dalam pilpres. Jadi, mereka (AS) tak akan mengizinkan perang minyak ini meluas,” kata sumber lainnya
































































































Beri Komentar