“Perbedaan adalah kekayaan bangsa Indonesia yang harus dirawat. Persatuan akan menjadi kekuatan kita, terutama dalam menegakkan Syariat Islam di Aceh,” ujarnya.
Acara silaturrahmi ini juga dimeriahkan dengan hiburan musik khas Sunda yang menambah suasana kekeluargaan. Menurut laporan Kang Gugun selaku panitia pelaksana, mayoritas peserta berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar yang memiliki asal-usul dari Jawa Barat.
Acara berlangsung meriah dan khidmat, menandai semangat persatuan dalam keberagaman yang terus dirawat di Aceh Besar.[]






























































































Beri Komentar