UPDATE

OPINI
OPINI

Ribut-ribut Efisiensi Anggaran, Mengapa Enggan Dikritik?

Syariat Islam menjelaskan bahwa penguasa adalah raa’in yang tugas utamanya adalah mengurus rakyat yaitu mewujudkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan pokok. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari). Artinya, kekuasaan yang ada pada diri seorang pemimpin adalah kekuasaan yang menolong “ As-Sultom an-Nashirah” dengan syariat, bukan yang lain.

Prinsip kedaulatan ada di tangan syara, menjadikan penguasa harus tunduk pada hukum syara, tidak berpihak pada pihak lain yang ingin mendapat keuntungan. sumber anggaran banyak dan beragam, tidak tergantung pada utang dan pajak. Baitulmal berbeda dengan APBN, dimana pos pendapatan dan pengeluarannya sudah ditetapkan syariat. Dan hampir tidak selalu mengandalkan pajak atau utang luar negeri.

Pos pendapatan Baitulmal terdiri dari harta kepemilikan umum seperti hasil pengelolaan tambang dan energi dan lainnya. Kemudian harta kepemilikan negara seperti fa’i, jizyah, usyur, ghanimah, zakat, dan lainnya. Semua diperuntukkan kemaslahatan rakyat secara riil tanpa terlibat pada transaksi riba atau muamalah yang bertentangan dengan syariat.

Alokasi anggaran akan dilaksanakan penuh tanggung jawab dengan perencanaan yang matang. Karena Islam menetapkan jabatan adalah Amanah. Khalifah berserta para muawin, wali (setingkat gubernur) dan umal (setingkat bupati) akan mengadakan perencanaan dan prioritas. Kita bisa melihat hingga hari ini jejak infrastruktur dan layanan publik di negeri-negeri muslim yang dahulunya bagian dari Daulah Khilafah. Tak hanya indah, tapi sangat efektif dan efisien. Wallahualam bissawab.[]

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.