“Tidak perlu analisa font, tidak perlu analisi teknologi, in deta analisis, radio karbon sifortin di tingkat analisis,” katanya.
“itu tidak penting, ini saja kalau kita dapat argumen, dapat dokumen, kalau saat itu tidak boleh pakai kacamata, ini palsu,” papar Rismon.
Ia membandingkan, di FT UI, pakaian formal dan tidak berkacamata, pas foto menghadapi ke depan, memakai jas, berdasi tidak menggunakan akseseori kaca mata.
“Karena UGM belum tentu terbuka soal itu. DI UIN Sunan Kalijaga, tahun 2021, kacamata tidak boleh, “ pungkasnya.
Sementara itu, pihak UGM menyangkal bahwa ijazah Jokowi palsu.
Ijazah tersebut adalah dokumen asli yang dikeluarkan dari universitas.
“Perlu diketahui, ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan mengenal baik beliau,” kata Dekan Fakultas Kehutanan, Sigit Sunarta dalam situs UGM.
“Beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama) beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” kata Sigit. ***































































































Beri Komentar