Berbagai program prioritas 2025 telah disiapkan. Diantaranya meliputi perlindungan bagi perempuan dan anak, pembangunan keluarga, serta bantuan sosial (baksos) terintegrasi. Selain itu, ada juga program pengendalian penduduk, kabupaten layak anak dan inspirasi keluarga berkualitas dan pemberdayaan perempuan dan implementasi DKRPPA (Desa atau Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak) yang responsif gender.
Program GenRe sendiri bukanlah ide baru, bahkan seolah meredup dan hanya ganti istilah. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Nopian Andusti mengatakan, pihaknya sudah menginisiasi sejak 2007 dengan tujuan untuk mempersiapkan remaja sebagai pasangan usia subur agar memiliki perencanaan dan mempersiapkan diri dalam membangun keluarga (Pendewasaan Usia Perkawinan /PUP) sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.
Program GenRe adalah alat pembentukan karakter, yang membentuk remaja tanpa memiliki masalah remaja seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba dan pernikahan dini yang menjadi penyebab utama melahirkan anak stunting.
Program GenRe ditujukan untuk remaja berusia 10-24 tahun yang belum menikah dan mahasiswa/mahasiswi yang belum menikah. Beberapa substansi utama dari program ini adalah kependudukan dan pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi remaja, keterampilan hidup, dan perencanaan kehidupan berkeluarga. Program ini memiliki dua pendekatan yaitu Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Pusat Informasi Konseling (PIK).
Demikian pula dengan program Bunda GenRe, dibentuk sebagai bagian dari Program GenRe oleh BKKBN pada tanggal 5 April 2010. Ditandai dengan pengukuhan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati sebagai Bunda GenRe Indonesia oleh Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.
Kemudian secara bertahap dilakukan pengukuhan mulai dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten/kota. Para istri pemimpin daerah itu diberi tugas memberikan dukungan dan motivasi di wilayahnya secara aktif melalui penyuluhan, workshop dan kegiatan lainnya. Hasto menegaskan setiap pihak yang menjadi Bunda GenRe merupakan sosok “ibu” bagi para remaja, dalam memberikan contoh pengasuhan dan pendampingan tumbuh kembang remaja.
Bunda GenRe berperan mengawal remaja di daerah masing-masing yang akan akan menjadi orangtua, pasangan usia subur dan calon ibu untuk bisa melahirkan anak berkualitas guna mewujudkan Indonesia emas bebas stunting.















































































































Komentar Terbaru