Selama berkuliah di Universitas Al-Azhar, Azra’ie tinggal di asrama dan sering bertukar surat dengan adik perempuan tirinya, yakni Rita.
Ia meraih gelar magister dan doktor dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan disertasi yang berjudul Konsep Pendidikan Ibnu Khaldun dan Relevansinya dengan Pendidikan Modern. Azra’ie merupakan kakak tingkat dari Azyumardi Azra.
Azra’ie memulai kariernya dengan bekerja di Radio Cairo pada tahun 1983 hingga 1990.
Setelah kembali ke Indonesia, ia bekerja sebagai penerjemah di Kedutaan Besar Suriah dan Kedutaan Besar Libya.
Azra’ie kemudian menjabat sebagai kepala sekolah di Madrasah Aliyah Sultan Hasanuddin pada tahun 1993 hingga 2000.
Ia juga mengajar sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tiara Rawamangun, serta mengajar sebagai dosen program magister di Universitas Islam As-Syafi’iyah.
Selain mengajar di kampus, Azra’ie juga aktif berkhotbah di berbagai masjid di Jakarta dan mengajar di berbagai masjid tersebut pada malam hari.
Ia juga menjadi pengajar pada majelis taklim dengan kajian kitab kuning dan kajian tafsir. Azra’ie menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an pada siang dan malam hari serta menulis buku.
Ia pernah mendirikan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Al-Khairiyah. Pada suatu waktu, Azra’ie pernah ditawari untuk menjabat sebagai rektor dari Universitas Islam Riau namun ia menolak tawaran tersebut.
Azra’ie menikah dengan Athiah Muhayat, seorang dosen, di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo pada 31 Desember 1983.
Mereka dikaruniai seorang putra bernama Adri Imaduddin Azra’ie, seorang guru, dan dua orang putri bernama Ilham Zurriyati, seorang apoteker, dan Maya Fadlilah Azra’ie, seorang pegawai negeri sipil.
Bersama dengan Athiah, Azra’ie menerbitkan sebuah buku biografi berjudul Ibnu Sahnun: Pemikir Pertama Pendidikan Islam (2008) yang menceritakan riwayat hidup cendekiawan muslim asal Tunisia, yakni Ibnu Sahnun.
Azra’ie meninggal dunia di RSAU dr. Esnawan Antariksa yang berada di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada 19 Juli 2019 akibat penyakit diabetes yang dideritanya pada usia 71 tahun. Ia dimakamkan di Jalan Buncit Raya Kalibata Pulo.































































































Beri Komentar