Komponen terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 12,1 miliar yang tersebar di lima lokasi di Depok, Jawa Barat.
Daftar Isi
Ia juga memiliki kendaraan mewah seperti Toyota Land Cruiser senilai Rp 2,3 miliar dan motor Ducati yang diduga berasal dari hasil pemerasan.
OTT dan Dugaan Pemerasan
Pada 20 Agustus 2025, KPK melakukan OTT terhadap Noel dan 10 orang lainnya terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3.
Praktik ini menyebabkan tarif sertifikasi membengkak dari Rp 275.000 menjadi Rp 6 juta.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebutkan bahwa Noel mengetahui dan membiarkan praktik tersebut, bahkan ikut meminta jatah.
Ia disebut menerima Rp 3 miliar dan sebuah motor Ducati.
Permintaan Maaf Noel
Penangkapan Noel menjadi pukulan telak bagi citra politik dan moral yang selama ini ia bangun.
Dalam jumpa pers, Noel tampil dengan raut sedih, mengenakan rompi oranye dan tangan terborgol.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo, keluarga, dan rakyat Indonesia.
Namun, ia juga mengklaim tidak terjaring OTT dan berharap mendapat amnesti dari Presiden.
Menariknya, pada Desember 2024, Noel sempat diwanti-wanti oleh Presiden ke-7 Joko Widodo agar tidak korupsi.
“Pesannya Pak Jokowi waktu itu jelas, jangan korupsi. Itu pesan moral dan politiknya,” ujar Noel setelah pertemuan di Solo.
Kini, perjalanan hidup inspiratif Noel dari ojol hingga menjadi Wamenaker langsung runtuh.
Kronologi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Immanuel Ebenezer
Desember 2024: Immanuel Ebenezer berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo dan mendapat pesan moral agar tidak korupsi.
Awal 2025: Immanuel Ebenezer dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.
17 Januari 2025: Immanuel Ebenezer melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dengan total kekayaan Rp 17,6 miliar.
17 Agustus 2025: Immanuel Ebenezer dan istrinya menghadiri Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 dengan menumpang ojek online.
20 Agustus 2025: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Immanuel Ebenezer dan 10 orang lainnya terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3. Puluhan kendaraan mewah disita sebagai barang bukti.
22 Agustus 2025: KPK menggelar jumpa pers dan menetapkan Immanuel Ebenezer sebagai tersangka. Noel tampil dengan rompi oranye dan tangan terborgol, menangis di hadapan wartawan.
Tarif K3: KPK mengungkap bahwa tarif sertifikasi K3 yang seharusnya Rp 275.000 melonjak hingga Rp 6.000.000 karena praktik pemerasan. Selisih pembayaran mencapai Rp 81 miliar, dengan Noel menerima Rp 3 miliar dan sebuah motor Ducati. KPK menerapkan pasal pemerasan, bukan pasal suap, karena modus memperlambat dan mempersulit proses sertifikasi.

















































































































Komentar Terbaru