UPDATE

LIFESTYLE
LIFESTYLE

2 Profesi Baru Sri Mulyani Usai Dicopot dari Menkeu Digantikan Purbaya, Terbaru Dipercaya Bill Gates

Dalam dewan pengurus, ia akan bergabung bersama tokoh-tokoh global seperti Ashish Dhawan, Dr. Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, serta Bill Gates.

Rekam Jejak Panjang dari Jakarta hingga Dunia

Gates Foundation juga menyoroti latar belakang Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama di Indonesia sekaligus salah satu yang paling lama menjabat.

Ia pertama kali mengemban amanah tersebut pada periode 2005–2010 di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada 2010, Sri Mulyani melangkah ke panggung global setelah ditunjuk sebagai salah satu dari tiga Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Kariernya di pemerintahan kembali berlanjut ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Keuangan pada 2016. Kepercayaan negara kembali diberikan pada 2024, saat Presiden Prabowo Subianto mengangkatnya lagi sebagai Menkeu hingga pertengahan 2025.

Sementara itu, anggota dewan lainnya, Baroness Nemat (Minouche) Shafik, saat ini tengah cuti sementara karena menjalankan tugas sebagai penasihat ekonomi utama Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.

Penunjukan Sri Mulyani pun dipandang sebagai langkah strategis Gates Foundation untuk memperkuat kepemimpinan di tengah transisi dan tantangan global yang terus berkembang.

Mengajar di Oxford

Sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati dipastikan akan menjalani peran baru di dunia akademik internasional.

Mulai 2026, ia dijadwalkan mengajar selama satu tahun di Blavatnik School of Government, Oxford University, melalui program prestisius World Leaders Fellowship.

Informasi tersebut diumumkan oleh Blavatnik School melalui situs resminya pada 5 Desember 2025.

Dalam pernyataan yang dirilis lembaga tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan rasa terhormatnya dapat bergabung sebagai fellow.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan Blavatnik School of Government sebagai World Leaders Fellow di Universitas Oxford, sebuah institusi yang menyatukan beragam perspektif untuk merefleksikan kebijakan publik dan tantangan tata kelola yang dihadapi di seluruh dunia,” tutur Sri Mulyani, Rabu (10/12/2025), melansir dari Kompas.com.

Ia berharap kehadirannya dapat membawa manfaat bagi lingkungan belajar yang multinasional itu.

“Berbagi pengalaman saya sambil terus belajar, dan mendukung generasi pembuat kebijakan berikutnya saat mereka bersiap untuk memimpin dengan integritas, kompetensi, dan martabat dalam lingkungan yang semakin kompleks,” lanjutnya.

Dekan pendiri Blavatnik School of Government, Ngaire Woods, menyampaikan antusiasmenya terhadap kehadiran mantan Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer Bank Dunia tersebut.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.